Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun Tahun Depan

Author Image

Endang Wulansari

26 Oktober 2026, 18:31 WIB

Jabarpos.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagatha Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat struktur ekonomi nasional. Lembaga pengelola investasi ini telah menyusun rencana ambisius dengan menyiapkan dana segar sebesar Rp200 triliun untuk dialokasikan ke berbagai sektor investasi pada tahun mendatang.

Langkah masif ini menjadi sinyal kuat bahwa Danantara siap menjadi mesin penggerak ekonomi baru bagi Indonesia. Dana jumbo yang setara dengan sekitar US$12 miliar tersebut rencananya akan dikelola melalui dua lini utama yang fokus pada sektor komersial dan proyek strategis nasional.

Strategi Danantara Suntik Rp200 Triliun Tahun Depan
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa sumber utama pendanaan ini bukanlah dari utang, melainkan dari hasil keringat perusahaan-perusahaan negara. Ia menjelaskan bahwa modal investasi tersebut mayoritas bersumber dari dividen yang dihasilkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungan Danantara.

"Investasi Danantara berasal dari dividen yang dihasilkan oleh BUMN. Jadi tahun ini setidaknya kami akan mengalokasikan Rp200 triliun kepada tim manajemen untuk segera diinvestasikan," ujar Dony dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) yang digelar di Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).

Dony juga menekankan bahwa keberhasilan Danantara dalam jangka panjang sangat bergantung pada bagaimana BUMN dikelola secara profesional dan transparan. Pengelolaan BUMN yang sehat akan memastikan aliran dividen tetap stabil, yang pada gilirannya akan memperkuat kapasitas investasi Danantara untuk mendanai berbagai kebutuhan pembangunan.

Dalam struktur organisasinya, Danantara membagi tugas pengelolaan dana tersebut kepada dua pilar utama. Pertama, Danantara Investment Management (DIM) yang dipimpin oleh Pandu Sjahrir, yang akan berfokus pada investasi di sektor komersial untuk mengejar keuntungan. Kedua, Danantara Development Management Fund (DDMF) di bawah kendali Sigit Puji Santosa, yang ditugaskan untuk membiayai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki dampak sosial dan ekonomi jangka panjang.

Terkait rincian pembagian dana tersebut, Sigit Puji Santosa menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah merampungkan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk tahun 2027. Meski belum bisa membeberkan angka pasti untuk porsi DDMF, Sigit memberikan gambaran mengenai arah kebijakan investasi mereka.

Ia memprediksi bahwa porsi investasi untuk sektor komersial akan mendominasi dibandingkan dengan pembiayaan proyek pemerintah. "Porsi saat ini memang lebih besar ke arah komersial, mungkin berkisar antara 65% hingga 70% yang akan dikelola oleh DIM karena kesiapan infrastruktur investasinya. Namun, untuk proyek strategis jangka panjang yang memiliki dampak besar bagi negara, hal itu akan tetap menjadi fokus utama di DDMF," jelas Sigit.

Dengan rencana alokasi dana yang sangat besar ini, Danantara diharapkan mampu menjadi katalisator yang mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui kombinasi antara profitabilitas komersial dan pembangunan infrastruktur strategis yang berkelanjutan.

Related Post