Pasar Modal RI Tetap Tangguh Meski Asing Kabur

Author Image

Endang Wulansari

27 Oktober 2026, 08:31 WIB

Jabarpos.id – Fenomena aksi jual bersih oleh investor asing atau foreign net sell yang terus membayangi pasar saham Indonesia belakangan ini memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan sinyal optimisme bahwa pasar modal tanah air sebenarnya memiliki daya tahan yang kuat atau resiliensi yang tinggi di tengah tekanan global tersebut.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Iding Pardi, menjelaskan bahwa kesehatan sebuah pasar modal tidak bisa hanya diukur dari satu sisi, yakni arus keluar-masuknya dana asing. Menurutnya, terdapat indikator-indikator fundamental lain yang menunjukkan bahwa bursa Indonesia masih dalam kondisi yang sangat sehat dan mampu menghadapi guncangan.

Pasar Modal RI Tetap Tangguh Meski Asing Kabur
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Iding memaparkan bahwa resiliensi pasar dapat dilihat dari berbagai aspek krusial. Pertama, kelancaran operasional bursa yang tetap berjalan tanpa kendala berarti. Kedua, pertumbuhan likuiditas transaksi yang tetap menunjukkan tren positif. Selain itu, kondisi permodalan serta likuiditas para Anggota Bursa (AB) juga terpantau masih terjaga dengan sangat baik.

"Resiliensi pasar juga dilihat dari operasional yang berjalan dengan baik, likuiditas transaksi yang masih tumbuh, permodalan dan likuiditas AB yang masih terjaga, fundamental emiten mayoritas masih baik dan tumbuh, serta jumlah investor yang terus mengalami peningkatan," ujar Iding saat memberikan keterangan kepada awak media.

Meski demikian, pihak BEI tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada. Iding mengakui bahwa arus modal keluar (foreign outflow) merupakan tantangan nyata yang mencerminkan tingkat kepercayaan investor global terhadap pasar domestik. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam agenda reformasi pasar modal yang tengah dijalankan oleh regulator.

BEI berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan berdasarkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Iding menegaskan bahwa setiap kritik dan saran dari pelaku pasar merupakan bentuk kepedulian untuk memajukan ekosistem investasi di Indonesia. Pihak bursa juga terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna menyelaraskan kebijakan.

Terkait isu kredibilitas, BEI menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas namun terukur. Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera (deterrent effect) bagi pelaku pasar yang mencoba melakukan kecurangan. Hal ini sejalan dengan perhatian lembaga indeks global seperti MSCI terhadap penguatan tata kelola pasar modal Indonesia.

Iding menegaskan bahwa penegakan aturan bukanlah untuk menakut-nakuti investor, melainkan untuk melindungi mereka yang beritikad baik. "Jika investor tidak melakukan pelanggaran dan memiliki niat baik, tentu mereka tidak perlu khawatir untuk berinvestasi. Tugas kami adalah melindungi investor-investor yang patuh tersebut," tegasnya.

Dengan menciptakan pasar yang kredibel, wajar, dan teratur, BEI berharap dapat menarik minat investor berkualitas yang memiliki orientasi investasi jangka panjang, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. BEI juga mengingatkan pentingnya membedakan antara sanksi administratif dan tindak pidana agar proses hukum tetap berjalan secara proporsional di dalam industri pasar modal.

Related Post