Kinerja Jasa Marga Melejit di Tahun 2026

Author Image

Endang Wulansari

31 Oktober 2026, 18:31 WIB

Jabarpos.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) kembali menunjukkan taringnya sebagai pemain utama di sektor infrastruktur tanah air. Hingga memasuki kuartal ketiga tahun 2026, perusahaan pengelola jalan tol ini berhasil mencatatkan performa keuangan yang sangat impresif. Pertumbuhan ini didorong oleh kombinasi strategi yang apik antara optimalisasi bisnis jalan tol dan efisiensi operasional yang ketat.

Berdasarkan laporan terbaru, Jasa Marga berhasil membukukan pendapatan usaha mencapai angka Rp15,6 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 7,9%. Kontribusi terbesar datang dari sektor pendapatan tol yang menyentuh Rp14,3 triliun atau tumbuh 6,8%. Tak hanya itu, lini pendapatan usaha lainnya juga melonjak tajam sebesar 21,5% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1,3 triliun.

Kinerja Jasa Marga Melejit di Tahun 2026
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Lonjakan pendapatan non-tol ini bersumber dari tiga pilar bisnis utama, yakni pengoperasian jalan tol, layanan preservasi, serta berbagai bisnis prospektif lainnya. Keberhasilan ini tidak lepas dari disiplin manajemen dalam mengelola belanja operasional, sehingga perusahaan mampu menjaga margin keuntungan tetap tinggi. Hasilnya, EBITDA yang diraih mencapai Rp10,5 triliun dengan margin sebesar 67,0%. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp2,7 triliun.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa kesehatan finansial ini merupakan fondasi penting bagi perusahaan untuk terus berekspansi. Menurutnya, Jasa Marga tidak hanya fokus pada mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas layanan dan kapasitas investasi untuk pengembangan jaringan jalan tol di masa depan tetap terjaga.

"Kinerja keuangan yang sehat memungkinkan kami menjalankan strategi bisnis secara berkelanjutan. Kami memastikan operasional berjalan optimal sambil terus meningkatkan standar layanan melalui pemanfaatan teknologi terbaru," ujar Rivan dalam keterangan resminya.

Dari sisi operasional, dominasi Jasa Marga di pasar jalan tol Indonesia semakin tak tergoyahkan. Perusahaan ini mengoperasikan total 1.318 KM jalan tol, yang mencakup sekitar 42% dari seluruh panjang jalan tol yang beroperasi di Indonesia. Volume kendaraan yang melintasi jaringan tol Jasa Marga pun sangat fantastis, mencapai lebih dari 981 juta kendaraan dengan rata-rata lalu lintas harian (LHR) sekitar 3,6 juta kendaraan.

Salah satu pencapaian terbaru adalah beroperasinya ruas Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Probowangi) segmen Gending-Paiton sepanjang 24 KM di Jawa Timur. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka simpul-simpul ekonomi baru. Selain itu, sejumlah proyek strategis seperti Tol Jakarta-Cikampek II Selatan dan Tol Yogyakarta-Bawen juga tengah dikebut penyelesaiannya.

Menghadapi tantangan masa depan, Jasa Marga melakukan transformasi besar-besaran melalui tiga pilar layanan utama. Pertama, Protect the Journey yang mengedepankan pemeliharaan infrastruktur berbasis teknologi canggih seperti sistem Hawkeye 2000 dan TROOPS. Kedua, Support the Journey untuk meningkatkan kenyamanan melalui revitalisasi area istirahat (rest area). Ketiga, Inform the Journey yang menyediakan informasi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi Travoy dan Command Center.

Selain fokus pada kenyamanan, Jasa Marga juga berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menekan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui teknologi Weigh In Motion (WIM). Menjelang akhir tahun, perusahaan menyatakan kesiapannya dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru guna memastikan perjalanan tetap aman dan lancar.

Related Post