Jabarpos.id – Langkah strategis diambil oleh emiten jasa pertambangan terkemuka, PT BUMA Internasional Grup Tbk. (DOID), dalam memperkuat ekosistem bisnisnya. Perusahaan yang bergerak di sektor jasa pertambangan ini secara resmi telah mendirikan sebuah anak perusahaan baru yang fokus pada bidang di luar aktivitas tambang konvensional. Langkah ini menandai diversifikasi bisnis perusahaan ke sektor yang lebih luas, yakni aktivitas administratif dan telekomunikasi.
Berdasarkan informasi terbaru yang dirilis manajemen, pendirian entitas baru ini dilakukan melalui skema kepemilikan tidak langsung. Dua anak perusahaan milik DOID, yakni PT Bisa Ruang Nuswantara dan PT Katalis Investama Mandiri, bertindak sebagai pendiri utama. Kedua perusahaan tersebut memegang kendali penuh dengan persentase kepemilikan saham masing-masing sebesar 99,99% dan 99,98%.
Entitas baru yang lahir dari kolaborasi kedua anak usaha tersebut adalah PT Bestari Mitra Talenta, atau yang lebih dikenal dengan singkatan BEST. Perusahaan ini telah resmi didirikan pada tanggal 29 Oktober 2026. Kehadiran BEST diproyeksikan menjadi tulang punggung pendukung bagi seluruh operasional grup perusahaan di masa mendatang.
Also Read
Manajemen BUMA menjelaskan bahwa tujuan utama dari pembentukan PT Bestari Mitra Talenta adalah untuk memenuhi kebutuhan operasional internal grup secara lebih efisien dan terintegrasi. Fokus utama bisnis BEST mencakup berbagai bidang jasa, mulai dari aktivitas administratif dan penunjang usaha, hingga sektor teknologi tinggi seperti aktivitas telekomunikasi, pemrograman komputer, konsultasi, infrastruktur komputasi, serta berbagai layanan informasi lainnya.
Secara lebih mendetail, BEST akan menjalankan berbagai lini bisnis yang sangat krusial bagi kelancaran operasional perusahaan induk. Hal ini meliputi penyediaan jasa penunjang fasilitas, layanan kebersihan bangunan, jasa lanskap, hingga penyediaan tenaga kerja dan administrasi perkantoran. Selain itu, BEST juga akan fokus pada layanan teknologi informasi (IT) dan pengolahan data yang menjadi kebutuhan vital di era digital saat ini.
Mengenai struktur kepemilikan saham di PT Bestari Mitra Talenta, PT Bisa Ruang Nusantara memegang porsi mayoritas sebesar 99,6%, sementara sisanya sebesar 0,4% dimiliki oleh PT Katalis Investama Mandiri.
Meski langkah ekspansi ini terlihat sangat signifikan dalam memperluas cakupan bisnis, pihak manajemen DOID menegaskan bahwa pendirian anak usaha baru ini tidak akan mengganggu stabilitas perusahaan secara keseluruhan. Manajemen menyatakan bahwa pembentukan BEST tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan secara umum.
Langkah diversifikasi ini menunjukkan ambisi DOID untuk tidak hanya bergantung pada satu sektor saja, melainkan mulai merambah ke sektor jasa pendukung yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang stabil. Dengan memperkuat lini bisnis administratif dan teknologi, DOID diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional yang lebih baik bagi seluruh unit bisnis di bawah naungan grupnya.






