Bos Blue Bird Borong Saham Sendiri

Author Image

Endang Wulansari

2 November 2026, 21:31 WIB

Jabarpos.id – Kepercayaan diri terhadap masa depan perusahaan transportasi terkemuka di Indonesia, PT Blue Bird Tbk (BIRD), kembali ditunjukkan secara nyata oleh pucuk pimpinan perusahaan tersebut. Adrianto Djokosoetono, yang menjabat sebagai Direktur Utama, baru-baru ini melakukan aksi korporasi dengan membeli saham perusahaannya sendiri dalam jumlah yang signifikan.

Langkah strategis ini terungkap melalui laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data tersebut, Adrianto melakukan pembelian sebanyak 675.800 lembar saham BIRD. Tidak hanya sekadar menambah aset, aksi beli ini menjadi sinyal kuat bagi para investor mengenai optimisme manajemen terhadap prospek bisnis Blue Bird ke depan.

Bos Blue Bird Borong Saham Sendiri
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dalam transaksi yang dilakukan pada akhir Oktober tersebut, Adrianto mengucurkan dana hampir mencapai angka Rp1 miliar. Secara mendetail, total nilai investasi yang dikeluarkan mencapai Rp997,43 juta. Pembelian ini dilakukan melalui enam kali transaksi berbeda dengan rentang harga yang cukup stabil, yakni di kisaran Rp1.460 hingga Rp1.485 per lembar saham.

Jika ditelusuri lebih dalam, rincian transaksi tersebut menunjukkan pola pembelian yang konsisten. Transaksi pertama dilakukan sebanyak 30.000 saham pada harga Rp1.460 dengan nilai Rp43,80 juta. Kemudian diikuti pembelian 69.900 saham di harga Rp1.470 senilai Rp102,75 juta, serta 58.200 saham pada harga Rp1.465 senilai Rp85,26 juta.

Aksi borong saham ini berlanjut pada transaksi besar berikutnya, yakni pembelian 242.200 saham di harga Rp1.480 dengan nilai Rp358,46 juta. Tak berhenti di situ, Adrianto juga menambah 80.000 saham pada harga Rp1.485 senilai Rp118,80 juta, dan terakhir sebanyak 195.500 saham di harga Rp1.475 dengan nilai Rp288,36 juta.

Dampak dari transaksi ini secara otomatis meningkatkan persentase kepemilikan saham Adrianto di Blue Bird. Setelah melakukan aksi beli tersebut, total kepemilikannya melonjak menjadi 133.391.616 saham, naik 0,51% dari sebelumnya yang berjumlah 132.715.816 saham. Sejalan dengan kenaikan jumlah saham, hak suara yang dimiliki Adrianto juga mengalami peningkatan tipis menjadi 5,3312%, naik dari sebelumnya 5,3042%.

Melalui laporan resmi tersebut, Adrianto menegaskan bahwa tujuan dari pembelian saham ini murni untuk kepentingan investasi jangka panjang. Ia juga menyatakan bahwa dirinya tetap berstatus sebagai pengendali di perseroan dan berkomitmen untuk terus mempertahankan kendali atas arah kebijakan perusahaan.

Aksi "buy" oleh orang dalam (insider) seperti ini biasanya dipandang positif oleh pasar. Hal ini sering kali dianggap sebagai indikator bahwa manajemen merasa harga saham perusahaan saat ini masih berada di level yang menguntungkan untuk dikoleksi, atau adanya keyakinan akan pertumbuhan kinerja perusahaan di masa mendatang. Bagi para pemegang saham publik, langkah Adrianto ini tentu menjadi angin segar di tengah dinamika pasar modal yang fluktuatif.

Related Post