Laba Superbank Melejit Drastis di Kuartal Ketiga

Author Image

Endang Wulansari

3 November 2026, 00:31 WIB

Jabarpos.id – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), yang lebih dikenal sebagai Superbank, menunjukkan taringnya di industri perbankan digital tanah air. Dalam laporan kinerja terbaru untuk periode Kuartal III-2026, bank digital yang didukung oleh raksasa teknologi seperti Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS ini berhasil mencatatkan lonjakan laba yang sangat signifikan.

Superbank melaporkan Laba Sebelum Pajak (Profit Before Tax/PBT) mencapai angka Rp385 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan pertumbuhan fantastis sebesar 376% secara tahunan (YoY). Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa strategi bisnis yang dijalankan perusahaan mulai membuahkan hasil yang manis.

Laba Superbank Melejit Drastis di Kuartal Ketiga
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pertumbuhan ini tidak hanya terlihat dari sisi keuntungan, tetapi juga dari kepercayaan masyarakat yang semakin meningkat. Hal ini tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melonjak 79,3% YoY menjadi Rp17,6 triliun. Seiring dengan kenaikan dana simpanan tersebut, basis nasabah Superbank kini telah menembus angka 8 juta pengguna.

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar angka statistik. Menurutnya, pertumbuhan ini adalah representasi dari kepercayaan besar yang diberikan masyarakat terhadap layanan mereka. "Dengan lebih dari 8 juta nasabah dan pertumbuhan simpanan yang kuat, kami melihat peran Superbank semakin krusial dalam memenuhi kebutuhan finansial masyarakat," ujar Tigor dalam keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).

Lebih lanjut, Tigor menjelaskan bahwa kenaikan DPK menjadi Rp17,6 triliun memperkuat fondasi pendanaan perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis lebih luas lagi. Tidak hanya dana simpanan, penyaluran kredit Superbank juga tumbuh 52,6% YoY menjadi Rp13,8 triliun, sementara total aset perusahaan meroket 66,3% YoY mencapai Rp27,5 triliun.

Dari sisi efisiensi, Superbank menunjukkan performa yang sangat sehat. Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) tercatat sebesar Rp1,56 triliun, naik 41,9% YoY. Efisiensi operasional juga terlihat dari Cost to Income Ratio (CIR) yang berada di angka 54,16%, serta peningkatan Pre Tax Return on Equity (ROE) menjadi 6,23% dari sebelumnya hanya 2,03%.

Keunggulan Superbank terletak pada integrasi ekosistem digitalnya yang sangat kuat. Salah satu inovasi unggulannya adalah produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS), yang memungkinkan pengguna Grab dan OVO mendapatkan pembiayaan langsung tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan. Selain itu, fitur baru Top-Up & Bayar kini memudahkan nasabah melakukan transaksi harian seperti isi saldo e-wallet hingga bayar tagihan dalam satu aplikasi.

Menatap akhir tahun 2026, Superbank berkomitmen untuk terus memperdalam integrasi ekosistem dan menjaga pengelolaan bisnis yang hati-hati (prudent). Dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang sangat kuat di angka 73,26%, perusahaan optimis dapat terus menghadirkan layanan perbankan digital yang aman, mudah, dan dapat diandalkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Related Post