Saham Antam Berpotensi Bagi Dividen Melimpah

Author Image

Endang Wulansari

3 November 2026, 04:04 WIB

Jabarpos.id – Di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang mengalami tekanan hebat, para investor justru menemukan celah emas untuk meraup keuntungan. Salah satu instrumen yang kini tengah menjadi sorotan tajam para analis adalah PT Aneka Tambang Tbk atau yang lebih dikenal dengan kode saham ANTM. Perusahaan pertambangan dan logam raksasa ini diprediksi akan membagikan dividen dengan imbal hasil atau yield yang sangat menggiurkan, yakni menembus angka di atas 10 persen.

Optimisme ini muncul seiring dengan kondisi keuangan perusahaan yang terlihat sangat sehat dan melimpah. Berbagai lembaga sekuritas ternama mulai melirik ANTM sebagai aset yang sangat menarik untuk dikoleksi, terutama di tengah ketidakpastian pasar global dan domestik.

Saham Antam Berpotensi Bagi Dividen Melimpah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

JP Morgan, bank investasi raksasa asal Amerika Serikat, secara resmi memasukkan ANTM ke dalam jajaran saham pilihan mereka. Menurut analisis JP Morgan, di tengah gejolak pasar akibat perubahan indeks MSCI, ANTM menawarkan valuasi yang sangat murah. Mereka mencatat bahwa saham ini diperdagangkan dengan Price to Earnings Ratio (PER) hanya 4 kali berdasarkan proyeksi tahun 2027, dengan potensi imbal hasil dividen mencapai 14 persen.

Lebih lanjut, JP Morgan menilai bahwa memiliki saham ANTM dapat menjadi strategi lindung nilai (hedging) yang efektif terhadap pelemahan nilai tukar rupiah. Hal ini dikarenakan pendapatan dan laba bersih perusahaan memiliki eksposur yang kuat terhadap mata uang dolar AS. Atas dasar pertimbangan tersebut, JP Morgan memberikan rekomendasi overweight dengan target harga yang cukup ambisius di level Rp4.700 per lembar saham.

Senada dengan hal tersebut, Indo Premier Sekuritas juga melihat adanya peluang besar di sektor komoditas. Meskipun kondisi makro ekonomi Indonesia sedang tidak menentu, sektor komoditas diprediksi akan menjadi mesin penggerak utama atau outperformer bagi IHSG. Emiten komoditas dianggap sebagai "pencetak dolar" yang sangat dibutuhkan saat rupiah sedang tertekan.

Indo Premier menyoroti bahwa harga saham ANTM saat ini tergolong sedang tertekan, yang justru menjadi momentum emas bagi investor untuk melakukan aksi beli. Mereka memproyeksikan yield dividen ANTM dapat menyentuh angka 12,3 persen pada tahun 2027 dan meningkat menjadi 12,7 persen pada tahun berikutnya. Dengan target harga di Rp3.700, sekuritas ini memberikan rekomendasi buy kepada para investor.

Jika menilik laporan kinerja keuangan hingga September 2026, performa ANTM memang sedang berada di puncak performa. Perusahaan mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 46 persen menjadi Rp9,66 triliun. Pendapatan perusahaan juga tumbuh signifikan sebesar 23 persen mencapai Rp88,48 triliun. Kekuatan kas perusahaan yang mencapai Rp10,54 triliun memberikan ruang gerak yang sangat luas untuk ekspansi maupun pembagian dividen.

Sucor Sekuritas menambahkan bahwa dengan proyeksi arus kas bebas (free cash flow) yang mencapai Rp9 triliun hingga Rp10 triliun per tahun, perusahaan memiliki kemampuan finansial yang sangat kuat. Dengan asumsi rasio pembayaran dividen sebesar 65 persen, potensi imbal hasil bagi pemegang saham tetap terjaga di angka 10 persen. Sucor bahkan memasang target harga yang sangat tinggi, yakni Rp5.500, jauh di atas harga pasar saat ini.

Related Post