Laba Bank Permata Terjun Bebas di Kuartal III

Author Image

Endang Wulansari

6 November 2026, 10:31 WIB

Jabarpos.id – Kinerja keuangan PT Bank Permata Tbk (BNLI) menunjukkan tren yang kurang menggembirakan pada periode kuartal ketiga tahun 2026. Emiten perbankan ini melaporkan adanya penurunan laba bersih yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Permata membukukan laba bersih sebesar Rp2,57 triliun hingga akhir September 2026. Angka ini menunjukkan penyusutan sebesar 10,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) jika disandingkan dengan perolehan laba tahun lalu yang mencapai Rp2,88 triliun.

Laba Bank Permata Terjun Bebas di Kuartal III
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Penurunan profitabilitas ini dipicu oleh melemahnya pendapatan bunga dan pendapatan syariah bersih. Tercatat, pos pendapatan tersebut merosot 2,49% YoY menjadi Rp7,38 triliun. Kondisi ini tergolong ironis karena di saat yang sama, perusahaan sebenarnya telah berhasil menekan beban bunga dan syariah masing-masing sebesar 7,09% dan 28,64% secara tahunan.

Meskipun beberapa sektor pendapatan seperti komisi, provisi, serta transaksi perdagangan bersih menunjukkan tren positif, namun hal tersebut tidak mampu menambal lubang akibat anjloknya keuntungan dari penjualan efek untuk tujuan investasi. Pos penjualan efek tersebut dilaporkan merosot tajam hingga 59,25% YoY.

Secara keseluruhan, pendapatan operasional BNLI terkoreksi 2,73% menjadi Rp9,23 triliun dari sebelumnya Rp9,49 triliun. Situasi semakin menantang karena di tengah penurunan pendapatan, beban operasional perusahaan justru membengkak 2,50% menjadi Rp5,91 triliun. Kenaikan beban ini didorong oleh meningkatnya biaya umum dan administrasi sebesar 6,94%, serta kenaikan beban gaji dan tunjangan karyawan sebesar 1,13%.

Namun, jika menilik dari sisi pertumbuhan bisnis inti, Bank Permata sebenarnya masih menunjukkan ketahanan. Penyaluran kredit perusahaan tumbuh cukup solid sebesar 10,1% YoY, dengan total mencapai Rp172,9 triliun per September 2026. Dari sisi pendanaan, komposisi dana murah atau Current Account and Savings Account (CASA) masih cukup kuat dengan kontribusi sebesar 56,4% terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Kesehatan aset perusahaan juga masih terjaga dengan total aset yang tumbuh 2,9% menjadi Rp277,2 triliun. Selain itu, kualitas kredit atau Non-Performing Loan (NPL) gross menunjukkan perbaikan menjadi 2,1%, lebih baik dibandingkan posisi tahun lalu yang berada di angka 2,2%.

Dari sisi permodalan, Bank Permata masih memiliki bantalan yang sangat tebal dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 32,5% dan Common Equity Tier 1 (CET-1) sebesar 24,5%. Rasio likuiditas juga dinilai sangat aman dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata sebesar 238,9% dan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) pada angka 92,1%.

Related Post