Jabarpos.id – Sektor perbankan nasional terus menunjukkan performa yang solid di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak. Salah satu pemain utama, Bank Mandiri, berhasil mencatatkan pencapaian finansial yang sangat impresif hingga periode Oktober 2026. Perusahaan penyedia jasa keuangan ini melaporkan perolehan laba bersih secara bank only yang menyentuh angka Rp46,5 triliun.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 19,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year). Lonjakan laba ini tidak datang begitu saja, melainkan didorong oleh strategi ekspansi kredit yang terukur serta penguatan pada sektor pendapatan berbasis transaksi digital.
Dalam menjalankan roda bisnisnya, Bank Mandiri tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian. Hal ini terbukti dari kualitas aset yang tetap terjaga dengan sangat sehat. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berhasil ditekan hingga ke level 0,97%, turun dari angka 1,02% pada Oktober 2025. Selain itu, rasio NPL coverage yang mencapai 244,5% menunjukkan kesiapan bank dalam memitigasi risiko kredit.
Also Read
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit yang mencapai Rp1.635 triliun atau naik 16,5% dilakukan dengan sangat disiplin. Perseroan memfokuskan penyaluran dana pada sektor-sektor yang memiliki daya tahan tinggi dan prospek cerah, seperti sektor energi, logistik, industri pengolahan logam, hingga sektor makanan dan minuman.
"Kami menjalankan pertumbuhan kredit dengan sangat selektif dalam memilih sektor dan menjaga kualitas pembiayaan. Dukungan pendanaan yang kuat serta meningkatnya aktivitas transaksi nasabah menjadi fondasi utama kami dalam menghasilkan kinerja yang konsisten," ujar Novita dalam keterangan resminya.
Salah satu strategi kunci yang diusung adalah pendekatan berbasis ekosistem. Bank Mandiri tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga merambah ke seluruh rantai pasok, mulai dari pemasok hingga pelaku UMKM. Strategi ini bertujuan agar dampak ekonomi dari pembiayaan korporasi dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha kecil.
Di sisi lain, transformasi digital menjadi mesin pertumbuhan baru yang sangat kuat. Melalui platform Kopra by Mandiri untuk segmen korporasi dan Livin’ by Mandiri untuk segmen ritel, perseroan berhasil meningkatkan jumlah pengguna secara masif. Pengguna Livin’ kini telah mencapai 43 juta orang, dengan frekuensi transaksi yang melonjak tajam.
Keberhasilan digitalisasi ini berdampak langsung pada penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA). Dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 15,1% menjadi Rp1.762 triliun, dengan rasio CASA yang sangat sehat di angka 71,8%.
Tak hanya itu, inovasi layanan seperti Tabungan Emas digital dan fitur Livin’ Food semakin memperkuat posisi bank dalam kehidupan sehari-hari nasabah. Dengan integrasi layanan yang semakin lengkap, Bank Mandiri optimis dapat terus mempererat hubungan dengan nasabah sekaligus menjaga pertumbuhan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan.






