close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.2 C
Jakarta
Rabu, Desember 10, 2025

Iuran BPJS Per 2025 Akan Dinaikkan?

spot_img

Jakarta | Jabar Pos – Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, per tahun 2025 akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Usulan tentang kenaikan tersebut nantinya akan ia sampaikan kepada Presiden Prabowo.

Langkah ini perlu dilakukan guna menghindari potensi defisit yang nantinya dapat membebani dana jaminan sosial (DJS) kesehatan dan mencegah risiko gagal bayar di tahun 2026.

Kenaikan iuran ini tentunya akan memerlukan pertimbangan banyak pihak, mengingat dampaknya dikemudian hari akan meluas bagi pemegang BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

Nantinya keputusan mengenai berapa besarnya kenaikan tarif iuran sepenuhnya akan berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga:  Alun-alun Cimahi Berbenah, Bakal Punya Spot Ikonik ala Braga

Menurut Ghufron, kenaikan ini sebelumnya sudah disampaikan karena sudah dua periode iuran BPJS Kesehatan tak kunjung diubah pemerintah. Seharusnya, kenaikan iuran BPJS ini selalu dilakukan pihaknya setiap dua tahun sekali.

Kenaikan iuran ini dilakukan imbas pengeluaran dari pihak BPJS yang lebih besar dibandingkan pemasukan dari pembayaran para peserta pemegang BPJS.

“Nanti akhir Juni atau awal Juli akan ditentukan, kira-kira berapa iuran, target manfaat, dan juga tarif akan disesuaikan,” ujar Ghufron di Kantor Bappenas, Senin (11/11).

Mahlil Ruby, selaku Direktur Perencanaan dan Pengambangan BPJS Kesehatan, mengatakan rencana perusahaan menaikan iuran ini agar menjadi salah satu cara program JKN nantinya tetap berjalan dengan semestinya.

Baca juga:  Ultra Milk Merugi? Laba Anjlok Puluhan Persen!

“Sejak 2023, ada gap cross, artinya antara biaya dengan premi sudah lebih tinggi biayanya. Lost ratio yang terjadi di BPJS Kesehatan antara pendapatan premi dengan klaim yang dibayarkan bisa mencapai 100 persen”ujar Mahlil

Mahlil menegaskan, bahwa sebenernya pihak perusahaan BPJS sudah memiliki perhitungan terkait berapa besaran kenaikan iuran yang sesuai. Kendati dirinya menolak untuk menyebutkan berapa besar angka tersebut.

Nantinya jika ingin kenaikan iuran BPJS dilakukan, perlu didukung oleh data-data dari pemerintah.

Baca juga:  Indofarma Pangkas Habis Karyawan, Tinggal Secuil?

Pemerintah juga harus memikirkan apakah kondisi pendapatan para pekerja sudah siap nantinya untuk menerima kenaikan iuran, dan apakah kenaikan UMP tahun ini serta tahun depan cukup agar bisa terealisasi untuk kenaikan iuran tersebut. Hal-hal ini tentunya harus dilihat terlebih dahulu dengan logis.

“Yang jelas, kenaikan iuran BPJS jangan sampai menekan daya beli pekerja, Jadi kenaikannya diharapkan jangan terlalu tinggi. Harus benar-benar dihitung dengan sesuai,” ujar Ronny P Sasmita, seorang analis senior Indonesia Strategic and Economic Action. (die)

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

Mau Hidup Sehat Tanpa Ribet? Galaxy Watch 7 Jawabannya!

Bosan dengan hidup yang kurang sehat? Ingin lebih aktif dan memantau kondisi tubuh dengan mudah? Samsung Galaxy Watch 7 hadir dengan segudang fitur canggih...

Akhirnya Muncul, Kaesang Pangarep Hanya Senyum Saat Ditanya Soal Jet Pribadi

Jakarta | Jabar Pos - Setelah ramai jadi perbincangan publik terkait fasilitas jet pribadi, sehingga banyak pihak mempertanyakan keberadaan dirinya, Kaesang Pangarep, Ketua Umum...
Berita terbaru
Berita Terkait