Sumber informasi dari jabarpos.id mengungkap sosok Mansa Musa, penguasa Afrika Barat abad ke-14, yang kekayaannya mencapai angka fantastis, melebihi kekayaan para miliarder teknologi masa kini bahkan tokoh-tokoh berpengaruh seperti Augustus Caesar dan William the Conqueror. Bayangkan, kekayaannya diperkirakan mencapai Rp 8.000 triliun jika dikonversi dengan inflasi saat ini!
Mansa Musa, yang lahir sekitar tahun 1280 M, naik tahta setelah saudaranya, Mansa Abu-Bakr, melakukan ekspedisi laut yang misterius dengan armada 2.000 kapal. Abu-Bakr, yang terpesona oleh Samudra Atlantik, tak pernah kembali dari pelayaran tersebut. Mansa Musa kemudian memimpin Kekaisaran Mali, sebuah kerajaan yang sudah dikenal kaya raya sebelum ia berkuasa.

Kekaisaran Mali kala itu merupakan produsen emas terbesar di dunia, menguasai lebih dari separuh pasokan emas global. Di bawah kepemimpinan Mansa Musa, kerajaan semakin berkembang pesat berkat perdagangan emas, garam, gading gajah, dan perluasan wilayah kekuasaannya hingga lebih dari 3.000 km. Ia menaklukkan lebih dari 24 kota, termasuk Timbuktu, dan reputasinya begitu gemilang hingga banyak wilayah bergabung secara sukarela ke dalam Kekaisaran Mali.
Puncak kejayaannya terlihat dari perjalanan haji Mansa Musa ke Makkah pada tahun 1324-1325. Perjalanan mewah ini melibatkan 60.000 orang, termasuk pejabat kerajaan, pengemudi unta, dan budak yang mengenakan pakaian sutra dan emas. Rombongan tersebut membawa ratusan unta berisi emas murni, yang menyebabkan inflasi di Mesir akibat pemborosan emas yang luar biasa.
Setelah kembali dari Makkah, Mansa Musa fokus pada pembangunan. Ia membangun sekolah, perpustakaan, dan masjid, menjadikan Timbuktu pusat budaya dan pendidikan. Ia juga mempekerjakan cendekiawan Islam terkemuka, termasuk keturunan Nabi Muhammad, dan membayar mereka dengan emas dalam jumlah besar. Mansa Musa wafat pada tahun 1337, meninggalkan warisan kekayaan dan kemajuan yang luar biasa bagi Kekaisaran Mali, sebelum akhirnya kerajaan tersebut mengalami kemunduran.





