Jabarpos.id, Jakarta – Raksasa ritel Indomaret ternyata belum membuka satu pun gerai di Kota Padang, Sumatera Barat. Padahal, ekspansi bisnis minimarket ini terus menggeliat di berbagai daerah di Indonesia. Apa yang menjadi penghalang Indomaret merambah ranah Minang?
Direktur Indomaret, Wiwiek Yusuf, mengungkapkan bahwa penutupan gerai merupakan hal biasa dalam dinamika bisnis. Namun, ia menegaskan bahwa Indomaret justru tengah agresif menargetkan pembukaan 1.000 gerai baru hingga akhir tahun 2025 di seluruh pelosok negeri.

"Masih banyak daerah yang belum terjangkau, seperti Indonesia Timur dan Padang. Aceh sudah, tapi Padang belum," ujar Wiwiek usai acara penandatanganan nota kesepahaman dengan GP Ansor di Jakarta, Selasa lalu, seperti dikutip jabarpos.id, Minggu (27/7/2025).
Lantas, mengapa Padang menjadi pengecualian? Wiwiek menjelaskan bahwa kendala utama bukan pada potensi pasar, melainkan pada regulasi perizinan di daerah tersebut. "Di Padang, perizinannya yang menjadi isu utama. Tapi saya lihat memang adil, kalau satu tidak boleh masuk, semua juga tidak boleh," ungkapnya.
Sementara itu, untuk wilayah Indonesia Timur seperti NTT dan Papua, tantangan terbesarnya adalah masalah logistik. Indomaret tengah menyusun strategi distribusi yang efisien agar dapat menjangkau daerah-daerah terpencil. "Logistik menjadi kunci. Bagaimana caranya agar barang bisa sampai ke pelosok? Itu yang sedang kami atur sebelum masuk ke sana," pungkas Wiwiek.





