Jabarpos.id, Jakarta – Optimisme membayangi industri kelapa sawit Indonesia di tengah gempuran upaya hilirisasi yang ambisius. Agus Purnomo, Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), mengungkapkan pandangannya mengenai prospek bisnis sawit di tengah target pengembangan Biodiesel hingga B100.
Dalam wawancaranya dengan CNBC Indonesia, Agus menyoroti pesatnya pertumbuhan hilirisasi produk sawit dalam satu dekade terakhir. Fakta bahwa 80% ekspor Indonesia kini berupa produk olahan sawit menjadi bukti nyata kemajuan ini. Namun, ekspansi hilirisasi membutuhkan kepastian pasar dan sektor yang mampu menyerap produk turunan sawit.

Lebih lanjut, Agus menyinggung tantangan stagnasi produktivitas sawit nasional. SMAR sendiri, kata Agus, fokus pada peningkatan kualitas dan kapasitas produksi yang berkelanjutan. Namun, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam mempercepat harmonisasi regulasi.
Menurut Agus, industri saat ini menghadapi masalah tumpang tindih aturan yang menghambat laju pertumbuhan. Regulasi yang kompleks dan tidak sinkron menjadi batu sandungan bagi pelaku usaha.
Jabarpos.id mencatat, harmonisasi regulasi menjadi kunci untuk membuka potensi penuh industri sawit Indonesia. Tanpa kepastian hukum dan kemudahan berusaha, target hilirisasi dan peningkatan produktivitas akan sulit tercapai.





