jabarpos.id – Kabar baik datang dari perekonomian Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 mencapai 5,12% (year on year). Angka ini melampaui ekspektasi pasar dan menjadi katalis positif bagi pasar modal.
Sontak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merespons positif pengumuman ini. Pada perdagangan hari ini, Selasa (5/8/2025), IHSG terpantau menguat 0,59% atau 44 poin, mencapai level 7.508,99 pada pukul 11.23 WIB. Sektor perbankan menjadi motor penggerak utama kenaikan indeks.

Saham-saham bank besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI kompak mencatatkan kenaikan signifikan. BBCA naik 1,81% ke Rp 8.425 per saham, BMRI menguat lebih dari 2%, dan BBRI naik 1,08% ke Rp 3.750 per saham. Kenaikan ini memberikan kontribusi poin indeks yang cukup besar bagi IHSG. Selain sektor perbankan, saham emiten tambang Grup Salim (AMMN) juga menjadi penopang utama kinerja IHSG.
Secara keseluruhan, sebanyak 272 saham mencatatkan kenaikan, sementara 335 saham mengalami penurunan, dan 189 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat ramai, mencapai Rp 9,25 triliun dengan melibatkan 14,40 miliar saham dalam 1,13 juta kali transaksi. Sektor finansial dan konsumer non primer menjadi sektor yang paling dominan mendorong penguatan IHSG.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 ini jauh melampaui konsensus pasar yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan di angka 4,78% (yoy) dan 3,69% (qtq). Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menyatakan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan tren positif dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 4,87%.





