Jabarpos.id, Bekasi – Kebakaran hebat melanda Rumah Sakit Hermina Bekasi pada Sabtu (18/10/2025) pagi, menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Insiden ini terjadi di Jalan Kemakmuran, Margajaya, Bekasi Selatan, dan diduga disebabkan oleh korsleting listrik.
Menurut keterangan Danki B Disdamkarmat Kota Bekasi, Haryanto, meskipun kerugian materi cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Pihak rumah sakit telah berupaya memadamkan api sebelum meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi.

"Pihak fire safety berusaha memadamkan dan meminta bantuan, serta segera menghubungi Disdamkarmat Kota Bekasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, seperti dilansir CNN Indonesia.
Penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik pada jaringan ruang kabel panel atau genset yang terletak di lantai dasar bangunan. Percikan api yang muncul sekitar pukul 10.11 WIB dengan cepat membesar dan menyebabkan kebakaran.
Tim Damkar tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 10.20 WIB dan segera melakukan upaya penyelamatan serta pemadaman api. Respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah api merambat lebih luas dan meminimalisir dampak kerusakan.
Sebagai informasi tambahan, RS Hermina merupakan bagian dari PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL). Data per 30 September 2025 menunjukkan bahwa kepemilikan saham perusahaan ini melibatkan beberapa nama, termasuk Binsar Parasian Simorangkir, Lydia Immanuel, Meijani Wibowo, Hasmoro, Soedibjo Toeloes, Yulisar Khiat, dan Husen Sutakaria. Selain itu, Astra melalui Astra International (ASII) dan PT Astra Healthcare juga tercatat sebagai pemegang saham HEAL. PT Dwimuria Investama Andalan, entitas investasi milik Grup Djarum, juga diketahui telah menyerap sebagian saham treasury HEAL pada Juni 2025.





