Beranda / Berita / Starbucks Lepas Kendali di China, Raksasa Investasi Negeri Panda Siap Menggenggam

Starbucks Lepas Kendali di China, Raksasa Investasi Negeri Panda Siap Menggenggam

Starbucks Lepas Kendali di China, Raksasa Investasi Negeri Panda Siap Menggenggam

Jabarpos.id – Raksasa kopi dunia, Starbucks, membuat gebrakan mengejutkan dengan menyerahkan kendali operasional bisnisnya di China kepada perusahaan investasi asal Tiongkok, Boyu Capital. Transaksi bernilai fantastis, mencapai US$4 miliar atau setara dengan Rp66 triliun.

Menurut laporan Reuters, dalam kesepakatan yang telah disepakati, Starbucks dan Boyu akan membentuk perusahaan patungan yang bertanggung jawab atas pengelolaan sekitar 8.000 gerai kopi di seluruh China. Boyu Capital akan memegang saham mayoritas hingga 60%, sementara Starbucks tetap memiliki 40% saham.

Baca juga:  Teluk Persia Memanas, Kuwait Ambil Langkah Ekstrem!
Starbucks Lepas Kendali di China, Raksasa Investasi Negeri Panda Siap Menggenggam
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Langkah ini menandai perubahan strategi besar bagi Starbucks setelah lebih dari seperempat abad beroperasi di pasar China. Starbucks berharap kemitraan ini akan menggabungkan kekuatan merek globalnya dengan pemahaman mendalam Boyu Capital tentang pasar lokal, sehingga mempercepat ekspansi ke kota-kota kecil dan wilayah baru yang belum terjamah.

"Pengetahuan dan keahlian lokal Boyu yang mendalam akan membantu mempercepat pertumbuhan kami di Tiongkok, terutama seiring kami berekspansi ke kota-kota kecil dan wilayah baru," ujar CEO Starbucks, Brian Niccol, seperti dikutip dari AFP.

China merupakan pasar terbesar kedua bagi Starbucks setelah Amerika Serikat. Namun, persaingan di pasar kopi di Negeri Tirai Bambu semakin sengit, terutama dengan munculnya jaringan kopi lokal seperti Luckin Coffee yang menawarkan harga lebih terjangkau dan inovasi menu yang menarik perhatian konsumen muda.

Baca juga:  Volume Gas PGN Menyusut, Ada Apa dengan Pasokan?

Starbucks memproyeksikan nilai total bisnis ritelnya di China akan melampaui US$13 miliar dalam sepuluh tahun mendatang. Proyeksi ini mencakup hasil penjualan, kepemilikan saham yang tersisa, serta pendapatan lisensi jangka panjang.

Kantor pusat bisnis Starbucks di China akan tetap berlokasi di Shanghai. Perusahaan menargetkan ekspansi hingga mencapai 20.000 gerai di masa depan. Kesepakatan ini diperkirakan akan rampung pada kuartal kedua tahun fiskal 2026, setelah mendapatkan persetujuan dari regulator setempat.