Beranda / Berita / Ekonomi RI Diprediksi Moncer, BNI Sekuritas Ungkap Sektor yang Bakal Jadi Primadona

Ekonomi RI Diprediksi Moncer, BNI Sekuritas Ungkap Sektor yang Bakal Jadi Primadona

Ekonomi RI Diprediksi Moncer, BNI Sekuritas Ungkap Sektor yang Bakal Jadi Primadona

jabarpos.id, Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas) memberikan angin segar dengan proyeksi ekonomi Indonesia yang tetap prospektif dan berkelanjutan. Optimisme ini didasarkan pada sejumlah faktor kunci yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut SEVP Research BNI Sekuritas, Erwan Teguh, konsumsi domestik yang kuat, kebijakan pemerintah yang fokus pada stabilitas dan investasi, serta program sosial menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah juga diperkirakan akan berhati-hati dalam melakukan ekspansi fiskal besar-besaran.

Ekonomi RI Diprediksi Moncer, BNI Sekuritas Ungkap Sektor yang Bakal Jadi Primadona
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Tantangan utama yang perlu diwaspadai adalah fluktuasi harga komoditas dan perlambatan pertumbuhan ekonomi dari mitra dagang utama, yaitu China," ujar Erwan. Ia menambahkan bahwa stimulus fiskal yang tepat sasaran dapat meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat, sehingga pasar konsumen Indonesia berpotensi mencatatkan pertumbuhan yang signifikan.

Baca juga:  Terungkap! Segini Bayaran Debt Collector Tarik Mobil Kredit Macet

Selain sektor konsumsi, industri nikel Indonesia tetap menjadi andalan meskipun harga komoditas volatil. Pemangkasan suku bunga global dan stimulus dari China juga memberikan dorongan positif. Namun, ketegangan geopolitik di Asia-Pasifik serta konflik di Ukraina dan Gaza dapat menjadi risiko terhadap aliran perdagangan dan sentimen investor.

Valuasi pasar Indonesia saat ini dinilai menarik dibandingkan negara-negara sejenis di Asia, baik berdasarkan rasio P/E maupun PBV. Sektor telekomunikasi, barang konsumen, dan keuangan masih berada di bawah rata-rata historis, memberikan peluang investasi yang menarik. Pertumbuhan pasar modal diperkirakan akan didorong oleh sektor barang konsumen, kesehatan, dan keuangan, sementara sektor komoditas mungkin kurang menggairahkan.

Baca juga:  Presiden Prabowo Bertemu Dengan Sekjen PBB Membahas Beberapa Isu Palestina dan Terkait Energi Baru

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, BNI Sekuritas menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di sekitar 9.100 dalam skenario base case, dengan rentang 7.100 hingga 10.700 untuk skenario bearish dan bullish. Potensi kenaikan IHSG diperkirakan mencapai 24%.

Optimisme terhadap pasar saham Indonesia juga dirasakan oleh BNI Wealth Management. Hingga Oktober 2025, portofolio saham kelolaan BNI Wealth Management tumbuh 34%. Jumlah nasabah BNI Emerald juga meningkat 7% year on year (yoy) per Oktober 2025, didorong oleh kepercayaan nasabah dalam mengelola aset mereka di BNI. Total AUM (DPK, Investasi, dan Bancassurance) BNI naik 11% yoy, dengan AUM Investasi tumbuh 13% yoy.

Baca juga:  Pakar Ungkap Bahaya Menimbun Uang di Rekening

BNI Emerald menawarkan layanan perbankan personal dan premium yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, termasuk produk tabungan, reksa dana, obligasi, treasury/structured, saham, dan bancassurance. Keberadaan Dedicated Relationship Managers & Investment Specialists BNI yang berpengalaman memberikan nasihat komprehensif dan menyeluruh untuk membantu nasabah mencapai tujuan finansial mereka.