Beranda / Berita / Terkuak Strategi Baja RI Taklukkan Pasar Global

Terkuak Strategi Baja RI Taklukkan Pasar Global

Terkuak Strategi Baja RI Taklukkan Pasar Global

Industri baja nasional tengah berjuang keras menghadapi gelombang persaingan global yang semakin ketat. Namun, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau SPINDO, melalui Chief Strategy and Business Development Officer Johanes W Edward, mengungkapkan strategi jitu untuk memperkuat daya saing, termasuk pemanfaatan energi terbarukan dan penetrasi ke sektor migas. Informasi ini dihimpun oleh jabarpos.id dari dialog eksklusif di CNBC Indonesia.

Johanes W Edward membeberkan bahwa industri baja domestik kini dihadapkan pada dua tantangan utama. Pertama, serbuan produk baja impor, terutama dari China, yang membanjiri pasar. Kedua, munculnya pemain baru di industri baja yang kepemilikannya tidak murni berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang secara signifikan menggerus daya saing baja produksi dalam negeri.

Baca juga:  Rahasia Transformasi BUMN Terkuak, Sentuhan Wanita Ini Jadi Kunci?
Terkuak Strategi Baja RI Taklukkan Pasar Global
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menyikapi kondisi tersebut, SPINDO tidak tinggal diam. Perusahaan ini aktif mendorong implementasi praktik industri berkelanjutan sebagai kunci untuk meningkatkan daya saing. Salah satu langkah konkretnya adalah pemanfaatan energi bersih melalui pemasangan panel surya di fasilitas produksi mereka. Inisiatif ini bertujuan agar produk baja Indonesia tidak hanya kompetitif, tetapi juga diterima di pasar global yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.

Baca juga:  Selamat dari Gigitan Ular Berbisa, Kisah Dudi Juhdi Warga Sumedang

Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap ini telah diterapkan di tujuh kawasan pabrik SPINDO. Selain sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan, langkah ini juga dirancang untuk mendorong efisiensi bisnis secara signifikan. SPINDO menargetkan kenaikan laba hingga 10% pada akhir tahun 2025, dengan efisiensi energi sebagai salah satu pilar utamanya.

Tak berhenti di situ, SPINDO juga membidik ekspansi pasar yang lebih luas. Perusahaan ini berencana menambah lini produk baja untuk memenuhi kebutuhan sektor minyak dan gas (migas), sebuah pasar yang menjanjikan dan membutuhkan spesifikasi baja yang tinggi. Ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi untuk mengurangi ketergantungan pada pasar konvensional dan membuka peluang pertumbuhan baru.

Baca juga:  Kendaraan Yang Masih Berhak Isi BBM Bersubsidi per 1 Oktober

Strategi komprehensif ini, mulai dari adopsi energi terbarukan hingga penetrasi pasar migas, diharapkan mampu menjadi jawaban atas tantangan global yang dihadapi industri baja nasional. Johanes W Edward menyampaikan detail strategi ini dalam dialog Manufacture Check di CNBC Indonesia, Senin (15/12/2025), menunjukkan keseriusan SPINDO dalam memimpin perubahan di tengah dinamika industri.