close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.6 C
Jakarta
Selasa, Februari 10, 2026

Aturan OJK Guncang Multifinance

spot_img

Industri multifinance di Indonesia kini tengah menanti keputusan krusial dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait deregulasi aturan permodalan. Kebijakan baru yang dinilai memberatkan ini berpotensi mengguncang stabilitas puluhan perusahaan pembiayaan di tengah tantangan pasar yang menekan kinerja. Menurut laporan jabarpos.id, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), Suwandi, mengungkapkan kekhawatirannya dalam acara Indonesia Economic & Insurance Outlook 2026, Senin (22/12/2025).

Suwandi menjelaskan, salah satu regulasi yang menjadi sorotan adalah POJK Nomor 46 Tahun 2024. Aturan ini menetapkan bahwa rasio modal sendiri dibagi modal disetor harus mencapai 150%. Sebuah ketentuan yang mengejutkan industri, mengingat sebelumnya sanksi berat baru dikenakan jika modal turun hingga 50% dari modal disetor, memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi perusahaan untuk menyerap kerugian.

Baca juga:  OJK Rombak Total Aturan Asuransi dan Dana Pensiun
Aturan OJK Guncang Multifinance
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dengan berlakunya POJK tersebut, diperkirakan hanya sekitar 73 dari total 145 perusahaan multifinance yang masih memenuhi syarat untuk menjalankan lini bisnis pembiayaan. Kondisi ini secara drastis membatasi kemampuan perusahaan untuk menyalurkan pembiayaan baru.

Tanpa adanya kelonggaran regulasi, Suwandi memperingatkan bahwa puluhan perusahaan pembiayaan berpotensi besar untuk mengurangi, bahkan menghentikan penyaluran pembiayaan untuk kendaraan baru maupun bekas, baik roda dua maupun roda empat. Padahal, segmen ini merupakan tulang punggung bisnis mereka, dengan basis debitur yang telah mencapai ratusan ribu hingga jutaan nasabah.

Baca juga:  BI Rate Kembali Dipangkas, Bankir Optimis Ekonomi Bergairah

Dalam kondisi pasar yang penuh tantangan seperti saat ini, perusahaan cenderung lebih memilih untuk fokus mengelola portofolio pembiayaan yang sudah ada, ketimbang mengambil risiko menyalurkan pembiayaan baru kepada debitur yang belum dikenal. Isu ini menjadi salah satu poin penting yang tengah didiskusikan secara intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan.

Perlambatan kinerja industri multifinance memang telah terlihat beberapa waktu belakangan. Data menunjukkan, total pembiayaan industri ini hanya tumbuh 1,1% secara tahunan (yoy) mencapai Rp507,1 triliun per September 2025. Angka pertumbuhan yang minim ini turut menekan laba industri, yang tercatat minus 4,9% menjadi Rp16,1 triliun.

Baca juga:  Ratu Maxima Ungkap Rahasia Dibalik Ekonomi Kuat Indonesia

Dari sisi permodalan, total aset yang dimiliki oleh 145 perusahaan multifinance di Indonesia mencapai Rp587,4 triliun, tumbuh 0,74% yoy. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp173,5 triliun, naik 5,29%. Kondisi ini menggarisbawahi urgensi deregulasi agar industri pembiayaan dapat terus berkontribusi pada perekonomian nasional.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Mau Hidup Sehat Tanpa Ribet? Galaxy Watch 7 Jawabannya!

Bosan dengan hidup yang kurang sehat? Ingin lebih aktif dan memantau kondisi tubuh dengan mudah? Samsung Galaxy Watch 7 hadir dengan segudang fitur canggih...
Berita terbaru
Berita Terkait