jabarpos.id – Arus pergerakan penumpang dan kendaraan dari Pulau Jawa menuju Sumatera pada H-3 menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mengungkapkan dinamika yang menarik. Data terbaru dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menunjukkan adanya penurunan jumlah penyeberang yang cukup mencolok, meskipun puluhan ribu jiwa tetap memilih jalur laut untuk mencapai tujuan mereka.
Pada tanggal 22 Desember 2025, yang merupakan H-3 dari periode Nataru, tercatat sebanyak 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah menyeberang dari sejumlah pelabuhan di Jawa, yakni Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara. Angka ini menandai koreksi signifikan, dengan jumlah penumpang turun 26,7% dan total kendaraan menyusut 31,2% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini merata di berbagai kategori kendaraan. Kendaraan roda dua mengalami penurunan paling tajam, yakni 48,9% dengan hanya 799 unit yang menyeberang. Disusul kendaraan roda empat yang turun 27,8% (3.745 unit), truk 30,9% (2.197 unit), dan bus 12,6% (390 unit). Untuk melayani arus ini, sebanyak 117 trip kapal telah dioperasikan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kesiapan layanan Nataru telah dilaksanakan secara terpadu, melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Heru memprediksi puncak arus keberangkatan akan terjadi pada 23 dan 24 Desember. Ia juga menghimbau para pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memastikan telah memiliki tiket sebelum berangkat, dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal yang tertera.
Guna menjamin kelancaran operasional, ASDP terus berkoordinasi intensif dengan BPTD selaku regulator serta operator kapal dalam pengaturan jadwal. Infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung dipastikan dalam kondisi prima. Saat kepadatan meningkat, penyesuaian jumlah kapal akan dilakukan, dengan kapasitas layanan yang mampu mencapai sekitar 31.039 kendaraan kecil per hari untuk menekan potensi antrean.
Berbagai fasilitas pendukung juga telah dioptimalkan, termasuk layanan Express II, ketersediaan customer service 24 jam, penambahan toilet portable, serta peningkatan penerangan dan pasokan listrik di area pelabuhan demi kenyamanan pengguna jasa. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas menuju pelabuhan, ASDP bersama pihak kepolisian menerapkan sistem tunda (delaying system) di beberapa buffer zone seperti Rest Area KM 43 dan KM 68.
Secara kumulatif, dari H-10 hingga H-3, total penumpang dari Jawa ke Sumatera mencapai 271.994 orang, sedikit turun 0,4% dari tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan tercatat 64.360 unit, mengalami penurunan 3,5%.
Di sisi lain, pergerakan dari Sumatera menuju Jawa, yang meliputi Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu, juga menunjukkan tren serupa pada H-3. Tercatat 34.481 penumpang (turun 15,2%) dan 7.547 kendaraan (turun 21,6%) telah menyeberang dengan 104 trip kapal. Namun, secara kumulatif dari H-10 hingga H-3, jumlah kendaraan dari Sumatera ke Jawa justru mengalami kenaikan tipis 1,3% menjadi 61.635 unit, meski jumlah penumpangnya turun 2,6% menjadi 246.928 orang.
Meski data menunjukkan adanya penurunan volume, ASDP tetap berkomitmen penuh untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan Nataru bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.





