Sektor pertambangan Indonesia bersiap menghadapi era baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Alat berat berbasis listrik kini menjadi incaran utama, menjanjikan penghematan bahan bakar minyak (BBM) hingga 85%. Menurut laporan yang diterima jabarpos.id, Direktur Product Support GM Tractors, Surateman, menegaskan bahwa prospek pemanfaatan teknologi ini sangat besar, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik (EV) dan transisi energi.
Penggunaan alat berat bertenaga listrik ini tidak hanya mendukung agenda keberlanjutan, tetapi juga menawarkan peningkatan efisiensi operasional yang signifikan bagi perusahaan. Surateman menjelaskan, alat berat EV mampu mendongkrak efisiensi hingga 85% bahkan mencapai 87%, sebuah angka yang krusial untuk menekan biaya produksi yang selama ini didominasi oleh pengeluaran BBM.

GM Tractors sendiri telah memulai penjualan alat berat berbasis EV, termasuk produk wheel loader dan crawler excavator. Perusahaan optimis bahwa sektor ini akan menjadi tulang punggung kinerja penjualan mereka pada tahun 2025. Target pasar utama adalah perusahaan pertambangan besar yang selama ini sangat bergantung pada BBM, serta entitas lain yang memiliki infrastruktur listrik memadai. Langkah ini diharapkan mampu menjadi solusi strategis untuk mengurangi beban operasional.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya nasional untuk mempercepat transisi energi dan membangun ekosistem EV yang kuat di Indonesia. Surateman akan membahas lebih lanjut strategi GM Tractors dalam mendorong penjualan alat berat berbasis EV dalam dialog Focus On Infra bersama Bunga Cinka di CNBC Indonesia, yang dijadwalkan tayang pada Rabu, 7 Januari 2026 mendatang.




