Beranda / Berita / Trump Gugat Bank Raksasa Wall Street Bergolak

Trump Gugat Bank Raksasa Wall Street Bergolak

Trump Gugat Bank Raksasa Wall Street Bergolak

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan yang mengguncang dunia perbankan. Ia secara terbuka mengancam akan melayangkan gugatan hukum terhadap raksasa keuangan JPMorgan Chase. Ancaman ini berakar pada tuduhan "debanking," yaitu penolakan akses layanan perbankan yang diklaim Trump terjadi setelah peristiwa kerusuhan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS. Berita ini pertama kali dilaporkan oleh jabarpos.id.

"Saya akan menuntut JPMorgan Chase dalam dua minggu ke depan karena secara tidak benar dan tidak pantas menolak akses perbankan saya setelah protes 6 Januari, sebuah protes yang ternyata benar bagi mereka yang melakukan protes," tegas Trump, seperti dikutip dari sumber terpercaya pada Sabtu (17/1/2026).

Trump Gugat Bank Raksasa Wall Street Bergolak
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak JPMorgan maupun perwakilan Gedung Putih belum memberikan respons resmi terkait ancaman serius tersebut.

Baca juga:  Musim Kemarau, Pemkab Bogor Mendistribusikan 410 Ribu Liter Air Bersih

Isu "debanking" bukanlah hal baru dalam retorika Trump. Sebelumnya, ia telah mengeluarkan perintah eksekutif yang menggarisbawahi pentingnya bank untuk tidak menolak layanan keuangan kepada klien berdasarkan keyakinan politik atau agama. Trump sendiri mengklaim pernah menjadi korban praktik ini, menuduh JPMorgan Chase dan Bank of America menolak simpanannya pasca-masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS, meskipun ia tidak menyertakan bukti konkret.

JPMorgan, pada kesempatan sebelumnya, telah membantah tuduhan penutupan rekening Trump atas dasar politik. Sementara itu, Bank of America memilih untuk tidak mengomentari masalah klien, namun menyatakan dukungannya terhadap regulasi yang lebih jelas dari otoritas terkait.

Baca juga:  Nadiem Makarim Dikabarkan Tak Masuk Dalam Kabinet Prabowo Gibran

Konflik dengan lembaga keuangan ini tampaknya juga merembet ke anggota keluarga Trump. Donald Trump Jr. pernah mengungkapkan bahwa kesulitan dalam mengakses layanan dari bank-bank besar mendorong keluarganya untuk beralih ke industri mata uang kripto, bukan sebagai tren, melainkan "karena kebutuhan."

Ancaman hukum Trump ini datang di tengah gejolak pasar, di mana saham JPMorgan tercatat turun sekitar 5% dalam seminggu terakhir. Penurunan ini terjadi meskipun bank tersebut baru saja melaporkan kinerja keuangan kuartal keempat 2025 yang melampaui ekspektasi. Gejolak di sektor perbankan juga diperparah oleh desakan Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit hingga 10%, dengan tenggat waktu kepatuhan hingga 20 Januari 2026.

Baca juga:  Peluang Emas Unit Link Menanti

Di tengah panasnya situasi, Trump juga secara tegas membantah laporan Journal yang menyebut ia sempat menawarkan posisi Ketua The Federal Reserve kepada CEO JPMorgan, Jamie Dimon, beberapa bulan lalu. "Pernyataan ini sama sekali tidak benar, tidak pernah ada tawaran seperti itu," tulis Trump di platform Truth Social-nya, sembari mengkritik Journal karena tidak melakukan konfirmasi langsung kepadanya.

Menurut laporan Journal, Dimon sendiri menganggap tawaran tersebut sebagai lelucon. Namun, baik The Journal maupun JPMorgan belum memberikan tanggapan resmi terkait bantahan Trump tersebut. Sebagai informasi tambahan, masa jabatan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, dijadwalkan akan berakhir pada 15 Mei mendatang.