Beranda / Berita / IHSG Terjun Bebas! Ada Apa dengan Pasar Saham?

IHSG Terjun Bebas! Ada Apa dengan Pasar Saham?

Jabarpos.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (30/4/2026), dengan penurunan yang cukup signifikan. Investor panik?

Pada pukul 10.20 WIB, IHSG merosot ke level 6.932,50, anjlok 168 poin atau setara dengan 2,38%. Level ini menjadi titik terendah yang dicapai IHSG sepanjang tahun 2026. Data menunjukkan, sejak awal tahun, IHSG telah terkoreksi hingga 20%.

IHSG Terjun Bebas! Ada Apa dengan Pasar Saham?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aksi jual mendominasi sejak pembukaan perdagangan, di mana IHSG sempat dibuka pada level 7.103,26 sebelum akhirnya terperosok tajam. Data mencatat, hanya 105 saham yang berhasil menguat, sementara 606 saham mengalami pelemahan, dan 99 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 10,42 triliun dengan volume perdagangan sekitar 21,59 miliar saham dalam lebih dari 1,40 juta transaksi.

Baca juga:  Kejutan Bursa Saham Jakarta! Data Investor Bakal Dibuka Lebih Lebar?

Seluruh sektor perdagangan mengalami pelemahan, dengan sektor infrastruktur, barang baku, dan energi mencatatkan koreksi terdalam. Emiten tambang batu bara dari Grup Sinar Mas, Dian Swastatika Sentosa (DSSA), menjadi salah satu pemberat utama kinerja IHSG dengan pelemahan 13,22 indeks poin, diikuti oleh BBRI dan BBCA dengan pelemahan masing-masing 12,54 dan 11,71 indeks poin.

Baca juga:  Kadin Kabupaten Bogor Beri Sanksi Tegas, 12 Pengurus Dicopot

Selain DSSA, saham-saham seperti BREN, MEGA, TPIA, BRPT, MDKA, AMMN, dan UNTR juga turut membebani pergerakan IHSG.

Menjelang penutupan perdagangan pekan ini, pelaku pasar keuangan di Indonesia akan mencermati sejumlah sentimen penting dari luar negeri. Fokus utama tertuju pada hasil keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), rilis Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur China, data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat (AS), serta data klaim pengangguran AS.

Baca juga:  Aturan Asuransi Kesehatan Baru Bikin Penasaran? Ini Bocorannya!

Seperti yang telah diumumkan sebelumnya, The Fed kembali mempertahankan suku bunga pada level 3,50-3,75%. Keputusan ini diambil di tengah perpecahan pendapat yang signifikan di dalam tubuh The Fed. Rapat ini menjadi pertemuan terakhir bagi Ketua Jerome Powell sebagai pimpinan, di mana sejumlah pejabat menentang pernyataan bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut masih mungkin dilakukan.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengurangi dampak blokade pelabuhan Iran yang berpotensi berlangsung selama berbulan-bulan, termasuk berdiskusi dengan perusahaan minyak.