Jabarpos.id, Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) atau BSI, tengah menyiapkan strategi jitu untuk mendongkrak pertumbuhan keuangan. Dua "mesin" utama yang akan dioptimalkan adalah ekosistem syariah dan potensi emas.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengungkapkan bahwa penggabungan kedua ekosistem ini diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan yang signifikan. "Kita mencoba melihat dual engine ini, sebagai Bank Syariah dan bullion bank. Kita kombinasikan, produk syariah seperti tabungan haji, dan produk bullion seperti tabungan emas," jelasnya dalam sebuah acara di Jakarta.

Anggoro memaparkan data transaksi layanan beyond hingga November 2025 yang mencapai 450 juta, dimana 1 juta di antaranya adalah transaksi emas. Hal ini menunjukkan potensi besar yang bisa digarap. "Kita melihat potensi yang baik. 500 ribu penabung, tapi transaksinya 1 juta. Artinya, satu orang bisa bertransaksi dua kali," imbuhnya.
Momentum kenaikan harga emas juga menjadi angin segar bagi BSI. Layanan beyond diharapkan dapat menjaring nasabah baru melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan. "Produk emas bisa menjadi cara baru untuk mengedukasi nasabah yang belum menjadi nasabah BSI," kata Anggoro.
Selain fokus pada produk halal dan haji, BSI juga akan mengembangkan produk tabungan bullion bank. Masyarakat dapat merencanakan ibadah haji dan umroh sejak dini dengan memanfaatkan kombinasi tabungan haji dan tabungan emas. "Kalau buka tabungan haji, sekalian buka tabungan emasnya. Sebagai lindung nilai. Karena naik haji kan lama, 20 tahun, 30 tahun. Kalau tabungannya diikuti dengan tabungan emas, emasnya akan membantu memperkecil gapnya," pungkas Anggoro.





