Jabarpos.id – Kabar gembira menghampiri industri kelapa sawit Indonesia. Tarif impor Crude Palm Oil (CPO) ke Amerika Serikat resmi menjadi 0%. Penurunan tarif ini merupakan buah manis dari lobi intensif pemerintah Indonesia dan AS, termasuk pembicaraan hangat antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden AS Donald Trump.
Kondisi ini tentu menjadi angin segar bagi para pelaku industri sawit nasional. Potensi peningkatan ekspor ke Negeri Paman Sam terbuka lebar, yang pada gilirannya dapat mendongkrak kinerja keuangan emiten-emiten sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Analis pasar modal memprediksi, sentimen positif ini akan memicu minat beli investor terhadap saham-saham perusahaan sawit. Beberapa nama seperti JARR dan BWPT disebut-sebut menjadi yang paling menarik untuk dilirik. Keduanya dinilai memiliki fundamental yang kuat dan prospek bisnis yang cerah di tengah momentum kenaikan harga CPO.
Selain faktor tarif impor AS, berkah Ramadan juga turut menjadi katalis positif bagi harga sawit. Permintaan minyak goreng yang meningkat selama bulan puasa, secara tidak langsung mendorong harga CPO di pasar global.
Namun, investor juga perlu mencermati faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham sawit, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah, kebijakan pemerintah terkait ekspor CPO, dan kondisi ekonomi global.
Informasi selengkapnya dapat Anda saksikan dalam program Closing Bell jabarpos.id (Kamis, 19 Februari 2026).





