Industri Asuransi Jiwa Alami Penurunan Premi, Kok Bisa?

spot_img

Jabarpos.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat penurunan tipis pada total pendapatan premi di tahun 2025. Meskipun demikian, industri ini tetap menunjukkan performa yang solid dengan pertumbuhan di sektor lain.

Total pendapatan premi industri asuransi jiwa tercatat sebesar Rp181,27 triliun, mengalami penurunan 1,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo menjelaskan bahwa total pendapatan industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2025 mencapai Rp238,71 triliun, tumbuh sekitar 9,3% secara year-on-year (yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh hasil investasi sebesar Rp47,32 triliun.

Baca juga:  7 Orang Pengancam Kegiatan Paus Fransiskus Diamankan Densus 88
Industri Asuransi Jiwa Alami Penurunan Premi, Kok Bisa?
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Premi bisnis baru yang dibayarkan secara reguler justru mengalami peningkatan sekitar 7,8%, yang menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pelindungan asuransi jiwa tetap terjaga," ujar Albertus dalam konferensi pers AAJI di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Kenaikan ini didukung oleh meningkatnya total tertanggung industri asuransi jiwa sebesar 8,6% menjadi 168,03 juta orang.

Industri asuransi jiwa tetap menjalankan fungsi utamanya dengan membayarkan klaim dan manfaat kepada pemegang polis. Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan SDM (Center of Excellence) AAJI, Handojo Gunawan Kusuma, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, industri ini telah membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp146,73 triliun kepada sekitar 9,59 juta penerima manfaat.

Baca juga:  FORE Kopi Raup Untung Gede, Ini Rahasianya!

Nilai klaim tersebut mengalami penurunan 7,8% dibandingkan tahun 2024, terutama dipengaruhi oleh turunnya klaim nilai tebus (surrender) sekitar 19%. Hal ini mengindikasikan bahwa pemegang polis cenderung mempertahankan polis mereka sebagai bentuk perlindungan jangka panjang. Sementara itu, pembayaran klaim untuk produk asuransi kesehatan kembali meningkat sebesar 9,1% dengan total nilai Rp26,74 triliun, baik pada produk perorangan maupun kumpulan.

spot_img

Berita Terpopuler

Risiko Menyedihkan Jika Tak Bayar Pinjol!

Sumber informasi dari jabarpos.id menyebutkan bahwa pinjaman online (pinjol) memang memudahkan akses keuangan, namun risiko gagal bayar (galbay) perlu dipahami masyarakat. Kegagalan...

Converse dan Swarosvski hadirkan siluet Chuck 70 De Luxe Squared

Jenama alas kaki Converse resmi berkolaborasi dengan jenama kristal Swarovski untuk menghadirkan siluet terbaru dari Converse Chuck 70 De Luxe Squared dengan 1.300 keping...

Mengerikan!!! Tahanan Narkoba Dibunuh di Rumah Tahanan Kelas 1 Depok

Depok | Jabar Pos - Kejadian tragis menimpa seorang tahanan berinisial RAJS (26), yang ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk dan lebam di...

Prabowo Berikan Pesan Untuk Cabup Cawabup Bogor Rudy Susmanto-Jaro Ade

Bogor | Jabar Pos - Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, menyampaikan pesan untuk Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil...

MacOS 15.1 Bakal Bikin Kamu Bebas Ngatur Aplikasi! 🤯

Pengguna Mac, bersiaplah untuk kejutan! Apple kabarnya sedang menyiapkan pembaruan macOS 15.1 yang bakal memberikan kamu kebebasan penuh dalam mengatur aplikasi. Bayangkan, kamu bisa...

Kia kenalkan K4 hatchback di Australia

Versi hatchback lima pintu dari Kia K4 sedan telah diungkapkan semalam, menjelang kedatangannya di Australia yang diperkirakan pada akhir tahun 2025. Foto pertama dari K4 versi hatchback terungkap dan...
Berita terbaru
Berita Terkait