Jabarpos.id, Jakarta – Euforia sesaat tampaknya tak mampu menahan laju koreksi pasar modal Indonesia. Setelah sempat menghijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan Kamis (09/04/2026), mencatatkan penurunan mendekati 1% dan menyentuh level terendah di 7191.
Kondisi ini diperparah dengan nilai tukar Rupiah yang terus melemah, terjerembab lebih dalam hingga mencapai Rp 17.075 per Dolar AS. Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi setelah "pesta" sehari sebelumnya?

Menurut ulasan Mercy Widjaja dalam program Profit di CNBC Indonesia, seperti dilansir jabarpos.id, berbagai faktor bisa menjadi penyebab kembalinya tekanan terhadap IHSG dan Rupiah. Analis pasar tengah mengamati dengan seksama sentimen global dan domestik yang mempengaruhi pergerakan pasar.


