JABARPOS.ID, Jakarta – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) tengah melakukan pembenahan fundamental bisnis secara menyeluruh. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kualitas kinerja dan menyehatkan BUMN Karya.
Penataan yang dilakukan meliputi evaluasi kualitas aset dan pencadangan di seluruh lini usaha. Tujuannya, agar laporan keuangan perusahaan lebih akurat, aktual, dan mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya. Dengan neraca yang lebih representatif, ADHI berharap memiliki landasan yang lebih kokoh untuk melangkah maju.

Meskipun tengah berbenah, kinerja operasional ADHI tetap stabil. Perusahaan berhasil mencatatkan EBITDA positif sebesar Rp763,8 miliar. Hal ini menunjukkan kemampuan ADHI dalam menghasilkan arus kas dari kegiatan operasional.
Menurut Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Rozi Sparta, laporan kinerja ini disusun sesuai standar akuntansi dan prinsip Good Corporate Governance. ADHI juga memprioritaskan pencairan piutang dari proyek-proyek besar seperti LRT Jabodebek dan Tol Aceh-Sigli untuk memperkuat likuiditas. Realisasi piutang ini diharapkan dapat meningkatkan arus kas perusahaan secara signifikan.
Selain itu, ADHI memiliki sejumlah proyek potensial di berbagai sektor infrastruktur, dengan fokus pada hilirisasi dan green construction. Beberapa proyek tersebut antara lain PUSRI III-B, Coal Handling ICB PTBA, dan PLTMG Tobelo. ADHI juga terlibat dalam proyek pengelolaan lingkungan di kawasan industri Medan sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan.
ADHI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas bisnis melalui penguatan bisnis inti konstruksi, inovasi proses bisnis, dan perampingan usaha melalui divestasi. Langkah ini sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan program transformasi bisnis yang berkelanjutan.





