Beranda / Berita / Perang Berkecamuk, Pria Ini Justru Jadi Konglomerat Dadakan!

Perang Berkecamuk, Pria Ini Justru Jadi Konglomerat Dadakan!

Jabarpos.id Ketegangan geopolitik yang tak kunjung usai ternyata membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pengusaha di sektor pertahanan. Salah satunya adalah Michal Strnad, seorang konglomerat asal Republik Ceko yang namanya kini melambung berkat bisnis amunisi yang meroket.

Sosok Michal Strnad sebelumnya mungkin tak banyak dikenal. Pria berusia 33 tahun ini adalah CEO sekaligus pemegang saham mayoritas Czechoslovak Group (CSG), sebuah perusahaan pertahanan yang didirikan oleh ayahnya. Strnad dikenal sebagai sosok yang low profile dan fokus mengembangkan bisnis perusahaan.

Perang Berkecamuk, Pria Ini Justru Jadi Konglomerat Dadakan!
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, sejak CSG melantai di bursa saham pada Januari lalu dengan valuasi sekitar 25 miliar euro atau setara US$29 miliar, Strnad mulai menjadi sorotan. Perusahaan yang mempekerjakan sekitar 14.000 orang dan memiliki lebih dari 30 fasilitas produksi di seluruh dunia ini, mengalami lonjakan kinerja yang signifikan.

Baca juga:  IHSG Terbang Tinggi? Menkeu Optimis Capai Level Fantastis dalam Satu Dekade

Menurut laporan The Economist, tahun lalu CSG mencatatkan pendapatan sebesar 6,7 miliar euro, meningkat 12 kali lipat dibandingkan tahun 2021. Sekitar 80% pendapatan tersebut berasal dari sektor pertahanan. Dengan capaian ini, CSG kini menjadi salah satu dari 10 produsen senjata terbesar di Eropa, bahkan menjadi produsen amunisi terbesar kedua setelah Rheinmetall dari Jerman.

Lonjakan bisnis CSG tak lepas dari dampak perang di Ukraina. Perusahaan ini memainkan peran penting dalam Czech Ammunition Initiative yang dipimpin Presiden Petr Pavel untuk memasok peluru dan amunisi ke Ukraina dengan dukungan negara-negara Barat. Penjualan langsung ke Ukraina menyumbang 27% dari total pendapatan CSG tahun lalu. Selain itu, permintaan juga meningkat seiring upaya negara-negara Eropa mengisi kembali stok amunisi mereka.

Baca juga:  Warpat Puncak, Surga Kuliner yang Kini Hanya Kenangan

Ekspansi agresif melalui akuisisi juga memperkuat posisi CSG. Pada tahun 2022, CSG mengakuisisi saham mayoritas Fiocchi di Italia, kemudian pada tahun 2024 mengambil alih Kinetic Group di Amerika Serikat, serta baru-baru ini mengumumkan pembelian 49% saham Hirtenberger Defence Systems di Austria.

Strnad menegaskan bahwa ekspansi ini akan terus berlanjut. Ia melihat momentum konsolidasi industri pertahanan saat ini sebagai peluang besar, seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap produk militer. Ambisi CSG semakin besar dengan target menjadi produsen senjata terbesar di Eropa. Pada Desember lalu, perusahaan menandatangani kontrak tujuh tahun senilai hingga 58 miliar euro untuk memasok amunisi ke negara-negara Uni Eropa dalam program penguatan pertahanan bersama.

Baca juga:  Masa Depan Bursa Efek Indonesia Terungkap

Meskipun sekitar 75% penjualan CSG berasal dari Eropa, perusahaan juga membidik pertumbuhan di pasar Amerika. Ekspansi global ini didukung oleh biaya tenaga kerja yang lebih rendah di Ceko dan Slovakia serta integrasi vertikal yang memperkuat rantai pasok.

Namun, tantangan tetap membayangi pertumbuhan perusahaan. Munculnya pemain baru seperti produsen drone Jerman serta potensi berakhirnya perang di Ukraina dapat menekan permintaan amunisi di masa depan.

Di luar bisnis, Strnad mulai meningkatkan eksistensinya di dalam negeri. CSG kini menjadi sponsor utama tim Olimpiade Ceko, sementara Strnad juga telah mengakuisisi klub sepak bola Viktoria Plzen untuk memperluas pengaruhnya.