Pasar modal Indonesia pada Kamis (23/07) pagi menunjukkan pergerakan yang kontras. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat 1,12% ke level 6.405 pada pukul 10:02 WIB. Namun, penguatan ini diiringi oleh pelemahan nilai tukar Rupiah yang mencapai Rp 17.895 per Dolar AS. Dinamika ini menjadi sorotan utama jabarpos.id dari lantai bursa Jakarta.
Tidak hanya pasar saham dan mata uang, sektor komoditas global juga menunjukkan respons signifikan. Harga minyak mentah, emas, dan perak serentak mengalami kenaikan substansial. Kenaikan ini secara langsung dihubungkan dengan eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kembali memanas.
Para analis pasar menilai, lonjakan harga komoditas, terutama emas, mencerminkan peningkatan permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Investor cenderung beralih ke emas sebagai lindung nilai saat risiko geopolitik meningkat. Selain itu, sentimen pasar juga diyakini tetap mewaspadai potensi kebijakan moneter dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang dapat memengaruhi pergerakan pasar di masa mendatang.
Also Read
Situasi pasar yang dinamis ini, dengan penguatan IHSG di tengah pelemahan Rupiah dan lonjakan komoditas, mengindikasikan kompleksitas sentimen investor. Untuk ulasan lebih mendalam mengenai fenomena ini, dapat disimak dalam program Profit CNBC Indonesia bersama Shafinaz Nachiar, sebagaimana dilaporkan pada Kamis, 23 Juli 2026.






