Investor Dunia Terpukau Danantara

Author Image

Endang Wulansari

24 Juli 2026, 04:04 WIB

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, baru-baru ini menanggapi peringkat Baa2 dengan outlook negatif yang diberikan oleh lembaga pemeringkat Moody’s. Meskipun demikian, Rosan menegaskan bahwa antusiasme investor terhadap penawaran obligasi Danantara justru sangat positif, seperti dilaporkan jabarpos.id.

Rosan menjelaskan bahwa outlook negatif tersebut lebih merupakan cerminan dari penilaian terhadap peringkat kedaulatan (sovereign rating) Indonesia secara keseluruhan, dan bukan indikasi langsung kondisi fundamental Danantara. "Itu kan sovereign rating, ya," ujarnya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan.

Investor Dunia Terpukau Danantara
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menepis kekhawatiran bahwa outlook negatif ini akan mengganggu minat investor, Rosan justru membeberkan fakta sebaliknya. Penerbitan obligasi global Danantara, baik untuk tenor 5 tahun maupun 10 tahun, mendapat sambutan luar biasa dari pasar internasional. "Enggak. Justru kan saya sampaikan, kita kan kemarin menerbitkan obligasi 5 tahun, 10 tahun, responsnya juga sangat-sangat positif," katanya.

Antusiasme positif tersebut terbukti dari serangkaian roadshow yang sukses digelar Danantara di berbagai pusat keuangan dunia. Mulai dari Singapura, Hong Kong, Jepang, Boston, New York, hingga London, acara tersebut berhasil menarik partisipasi lebih dari 120 perusahaan investasi. "Responsnya sangat positif. Makanya yield kita kan waktu itu 5,35%," ungkap Rosan, seraya menambahkan bahwa pihaknya kini tengah mengkaji kemungkinan untuk menerbitkan obligasi jangka panjang di atas 10 tahun.

Dalam laporan resminya, Moody’s Ratings memang menjelaskan bahwa peringkat obligasi Danantara, khususnya Danantara Investment Management (DIM), selaras dengan penilaian kredit pemerintah. Hal ini mencerminkan keterkaitan kredit yang erat antara DIM dan pemerintah, mengingat DIM merupakan entitas usaha dari BPI Danantara yang dikelola oleh negara.

Secara spesifik, Moody’s memberikan peringkat Baa2 untuk obligasi senior tanpa jaminan dalam mata uang dolar AS yang akan diterbitkan oleh DIM, serta peringkat (P)Baa2 untuk program obligasi jangka menengah (MTN) global DIM senilai US$5 miliar. Prospek peringkat tersebut tetap negatif, sesuai laporan Moody’s.

Moody’s juga belum memberikan penilaian kredit dasar (baseline credit assessment/BCA) untuk DIM. Alasannya, DIM dianggap sebagai perusahaan yang baru beroperasi, belum memiliki rekam jejak yang panjang, dan belum sepenuhnya beroperasi sebagai entitas usaha mandiri. Oleh karena itu, peringkat yang diberikan lebih didorong oleh keterkaitan kuatnya dengan pemerintah daripada kekuatan kredit mandiri perusahaan.

Meskipun demikian, Moody’s mengakui bahwa DIM memiliki tingkat likuiditas yang baik. Kondisi ini didukung oleh suntikan modal dari BPI Danantara, seiring dengan upaya DIM untuk membangun pendanaan eksternal, termasuk melalui penerbitan obligasi perdananya beberapa waktu lalu.

Related Post