Terungkap Saham Favorit Investor Asing

Author Image

Endang Wulansari

18 Agustus 2026, 08:04 WIB

jabarpos.id – Di tengah gejolak pasar saham yang diwarnai aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp1,58 triliun sepanjang periode 10-14 Agustus 2026, sebuah fenomena menarik terjadi. Sejumlah saham justru menjadi magnet kuat bagi investor mancanegara, mencatatkan pembelian bersih (net buy) yang signifikan. Total nilai beli asing dalam sepekan mencapai Rp21,58 triliun dari total transaksi pasar Rp44,75 triliun.

Saham konglomerasi Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), memimpin daftar buruan asing dengan nilai net buy fantastis mencapai Rp1,16 triliun. Angka ini jauh melampaui saham-saham lainnya dalam daftar pembelian bersih tertinggi. Tak ketinggalan, dua raksasa perbankan nasional, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), menyusul di posisi kedua dan ketiga dengan net buy masing-masing Rp380,8 miliar dan Rp306,6 miliar.

Terungkap Saham Favorit Investor Asing
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berikut adalah 10 saham yang paling banyak diborong investor asing sepanjang pekan lalu:

  1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp 1,16 triliun
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp 380,8 miliar
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp 306,6 miliar
  4. PT Timah (Persero) Tbk (TINS) – Rp 222,7 miliar
  5. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp 72,1 miliar
  6. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) – Rp 62,8 miliar
  7. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) – Rp 62,5 miliar
  8. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) – Rp 51,7 miliar
  9. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) – Rp 45,7 miliar
  10. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) – Rp 37,8 miliar

Meskipun saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor perbankan dan energi menjadi incaran utama, akumulasi pembelian bersih pada saham-saham ini belum mampu mengimbangi derasnya arus jual di saham lain. Akibatnya, pasar secara keseluruhan masih mencatatkan net sell asing sebesar Rp1,58 triliun dalam sepekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri pekan lalu ditutup melemah 0,12% atau turun 7,7 poin ke level 6.401,89. Nilai transaksi juga tercatat menurun 1,07% dibandingkan pekan sebelumnya menjadi Rp15,21 triliun, diikuti volume saham yang diperdagangkan yang juga anjlok 14,86% menjadi 34,01 miliar.

Related Post