Destry Damayanti, yang saat ini menjabat Pejabat Gubernur Bank Indonesia (BI) Sementara, dijadwalkan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada hari ini, Rabu, 26 Agustus 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun jabarpos.id, proses krusial ini akan berlangsung dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi XI DPR RI, dimulai pukul 10.00 WIB.
Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, telah mengonfirmasi jadwal tersebut. "Kita jadwalkan memang itu sesuai hasil rapat internal," ujarnya kepada media pada Minggu (23/8/2026).
Destry Damayanti merupakan satu-satunya kandidat yang diajukan untuk posisi puncak di bank sentral. Rekam jejaknya terbilang sangat komprehensif, meliputi berbagai sektor mulai dari dunia akademik, pasar keuangan, perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga pengalaman panjang di Bank Indonesia sendiri. Pencalonannya sejauh ini disambut positif oleh pelaku pasar.
Also Read
Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, menyoroti pengalaman Destry sebagai Deputi Gubernur Senior dan pelaksana tugas Gubernur BI, serta latar belakangnya di pasar keuangan dan LPS, sebagai modal yang kokoh untuk menghadapi berbagai tantangan. Destry sendiri bukan orang baru dalam proses ini, ia telah melalui uji kelayakan serupa untuk periode keduanya sebagai Deputi Gubernur Senior pada tahun 2024.
Namun, menurut Fakhrul, tantangan yang akan dihadapi Gubernur BI kali ini jauh melampaui sekadar menjalankan kerangka kerja yang sudah ada. "Menurut saya Ibu Destry mempunyai pengalaman yang sangat lengkap. Tetapi tantangan Gubernur BI berikutnya bukan hanya menjalankan Bank Indonesia dengan baik. Tantangannya adalah mempersiapkan Bank Indonesia menghadapi dunia yang bahkan mungkin belum sepenuhnya dapat kita bayangkan hari ini," jelasnya.
Fakhrul menambahkan, keberhasilan Gubernur BI mendatang tidak akan semata-mata diukur dari satu siklus suku bunga. Ia akan mewarisi sebuah sistem yang jauh lebih kompleks, di mana uang, kredit, aset, teknologi, kebijakan fiskal, dan pasar global semakin saling terhubung. "Tugasnya bukan mengendalikan semuanya, tetapi memahami keterhubungannya, menjaga jangkarnya, dan memastikan Indonesia tetap mempunyai ruang untuk menentukan jalannya sendiri," pungkasnya.
Selain Destry, Komisi XI juga akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan untuk Calon Deputi Gubernur Senior, Aida S. Budiman, pada hari yang sama, tepatnya pukul 14.00 WIB. Keesokan harinya, proses serupa akan berlanjut untuk dua calon Deputi Gubernur lainnya, yakni Solikin M. Juhro dan Anwar Bashor.
Keempat nama calon pemimpin bank sentral ini merupakan pilihan langsung dari Presiden, yang kemudian diserahkan kepada DPR melalui Surat Presiden (Surpres) untuk mendapatkan persetujuan.






