Masa Depan Rupiah di Tangan Destry Ini Kata Ahli

Author Image

Endang Wulansari

30 Agustus 2026, 18:04 WIB

jabarpos.id melaporkan, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah menyetujui usulan penting dari Presiden Prabowo. Destry Damayanti resmi diangkat sebagai Gubernur Bank Indonesia, sementara Aida S. Budiman akan menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Penunjukan ini menandai era baru kepemimpinan di bank sentral untuk periode 2026-2031.

Keputusan ini diambil setelah melalui proses persetujuan di tingkat legislatif, mengukuhkan kedua figur tersebut di pucuk pimpinan otoritas moneter. Dengan masa jabatan lima tahun, Destry dan Aida diharapkan membawa stabilitas dan inovasi dalam kebijakan ekonomi nasional.

Masa Depan Rupiah di Tangan Destry Ini Kata Ahli
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menanggapi penunjukan ini, Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, memberikan pandangannya. Menurutnya, posisi Destry Damayanti cukup solid dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan diterima baik oleh pelaku pasar. Bank Indonesia sendiri, di mata pasar, kini memiliki instrumen yang kuat dalam mengelola kebijakan moneter, didukung koordinasi erat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah.

Terkait arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia, Rudiyanto menilai bahwa ruang untuk pemangkasan BI Rate di tahun 2026 masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh dua faktor utama: posisi nilai tukar Rupiah yang fluktuatif dan ketidakpastian kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Dengan demikian, pasar akan mencermati dengan seksama bagaimana arah kebijakan BI di bawah kepemimpinan Destry Damayanti akan memengaruhi nasib Rupiah. Investor pun dituntut untuk meracik strategi portofolio mereka di sisa akhir tahun 2026. Ulasan mendalam mengenai hal ini sempat dibahas dalam sebuah wawancara eksklusif antara Andi Shalini dengan Rudiyanto di CNBC Indonesia pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Related Post