EV Bikin Bisnis Melejit Ini Rahasianya

Author Image

Endang Wulansari

16 September 2026, 02:04 WIB

Adopsi kendaraan listrik (EV) kini bukan sekadar tren ramah lingkungan, melainkan strategi jitu untuk mendongkrak keuntungan bisnis. CEO VinFast Southeast Asia, Antonio Zara, membeberkan secara gamblang bagaimana kendaraan tanpa emisi ini mampu meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya secara signifikan, demikian dilaporkan jabarpos.id. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen global terhadap transisi energi yang lebih bersih.

Salah satu produk unggulan VinFast, MPV 7, yang merupakan mobil keluarga berkapasitas tujuh penumpang, ditawarkan dengan harga sekitar Rp 330 jutaan. Penawaran menarik lainnya adalah gratis biaya pengisian daya selama dua tahun. Zara menjelaskan, jika dibandingkan dengan kendaraan komersial konvensional yang bisa menghabiskan lebih dari Rp 900 ribu untuk jarak tempuh 400-500 kilometer per bulan, penggunaan EV terbukti jauh lebih hemat dalam jangka panjang.

EV Bikin Bisnis Melejit Ini Rahasianya
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, VinFast terus berinovasi dalam mengembangkan kendaraan listrik yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar ritel, tetapi juga segmen komersial. Komitmen ini diwujudkan dengan rencana pembangunan pabrik mereka di Indonesia, menandai keseriusan VinFast dalam mendukung ekosistem EV di Tanah Air.

Senada dengan pandangan VinFast, Pengamat Otomotif Bebin Djuana melihat bahwa segmen kendaraan listrik komersial memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar di Indonesia. Penggunaan taksi berbasis EV, seperti yang dioperasikan oleh VinFast melalui layanan Green SM, semakin masif. Hal ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap peran strategis EV dalam operasional bisnis.

Namun, Djuana juga menekankan bahwa pengembangan kendaraan listrik yang berkelanjutan membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL) yang memadai menjadi kunci utama untuk mendorong adopsi EV secara lebih luas di Indonesia.

Informasi ini terungkap dalam dialog eksklusif Bunga Cinka bersama Antonio Zara dan Bebin Djuana dalam program AutoBizz di CNBC Indonesia.

Related Post