Kabar gembira datang dari emiten perawatan pesawat PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI). Anak usaha Garuda Indonesia ini berhasil membalikkan keadaan, mencatatkan laba bersih yang signifikan dan ekuitas positif pada semester I-2026. Data yang dihimpun jabarpos.id menunjukkan, kinerja impresif ini menjadi sinyal kuat pemulihan sektor penerbangan pasca-pandemi, sekaligus bukti strategi restrukturisasi yang mulai membuahkan hasil.
Pada paruh pertama tahun 2026, GMFI membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$10,81 juta. Angka ini melonjak 23,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya US$8,76 juta. Jika dikonversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 30 Juni 2026 sebesar Rp17.856 per dolar AS, laba tersebut setara dengan sekitar Rp193,09 miliar.
Lonjakan laba ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang fantastis, mencapai US$270,29 juta atau sekitar Rp4,83 triliun, melesat 51,0% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari US$178,96 juta. Pencapaian enam bulan pertama ini bahkan sudah menyentuh 55% dari total pendapatan GMFI sepanjang tahun 2025.
Also Read
Segmen reparasi dan overhaul menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi pendapatan sebesar US$220,45 juta, melonjak tajam 66,0% yoy. Sementara itu, segmen perawatan (line maintenance) juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 10,3% menjadi US$38,21 juta.
Dari sisi pelanggan, grup Garuda masih menjadi penopang utama. Pendapatan dari induk usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) naik 39,2% menjadi US$108,26 juta, menyumbang 40% dari total pendapatan. Citilink juga memberikan kontribusi signifikan dengan kenaikan 86,5% menjadi US$73,70 juta. Menariknya, porsi pendapatan dari pelanggan di luar grup Garuda (Non-Garuda Group/NGA) juga menunjukkan kekuatan, mencapai 32% hingga Juni 2026.
Meski demikian, GMFI juga menghadapi tantangan. Seiring dengan peningkatan volume pekerjaan overhaul, beban material perusahaan membengkak 129,9% yoy menjadi US$116,65 juta. Beban pegawai juga naik 11,6% menjadi US$64,41 juta, dan beban subkontrak meningkat 26,9% menjadi US$41,03 juta. Selain itu, kinerja keuangan sempat tertekan oleh rugi selisih kurs yang membengkak menjadi US$8,79 juta, akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Kabar paling menggembirakan adalah berbaliknya ekuitas perseroan menjadi positif. Per 30 Juni 2026, ekuitas GMFI tercatat sebesar US$144,62 juta atau sekitar Rp2,58 triliun, naik signifikan dari US$114,57 juta pada akhir 2025. Posisi ini berbalik jauh dari kondisi 30 Juni 2025, di mana GMFI masih mencatat defisiensi modal sekitar US$249 juta. Perbaikan struktur permodalan ini tak lepas dari aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II pada Januari 2026.
Untuk membersihkan akumulasi kerugian yang belum dicadangkan sebesar US$512,24 juta, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Juli 2026 telah menyetujui rencana kuasi reorganisasi beserta pengurangan modal melalui penurunan nilai nominal saham.
Dari sisi likuiditas, manajemen menyatakan tidak ada ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan atas kelangsungan usaha grup, mengingat aset lancar perseroan sebesar US$331,69 juta melampaui liabilitas lancar US$305,81 juta. Namun, arus kas bersih dari aktivitas operasi justru turun 43,4% yoy menjadi US$6,96 juta, dipicu oleh pembayaran kepada pemasok yang naik lebih cepat dibandingkan penerimaan kas dari pelanggan. Untuk menjaga likuiditas, manajemen tengah mengoptimalkan persediaan, mempercepat penagihan piutang, dan menegosiasikan perpanjangan termin pembayaran dengan vendor utama.
Secara operasional, GMFI terus memperkuat posisinya. Perseroan berhasil memperoleh kembali sertifikasi base maintenance dari otoritas keselamatan penerbangan Eropa (EASA) pada Juni 2026. Selain itu, pengembangan kapabilitas untuk sejumlah tipe pesawat modern seperti C130J, A350, B737 MAX, B787, dan A320neo terus berjalan, seiring dengan kelanjutan proyek Aerospace Park Kertajati. Dengan berbagai langkah strategis ini, GMFI menunjukkan kesiapan untuk terbang lebih tinggi di masa depan.






