Susu Ultra Siap Ganti Pemilik

Author Image

Endang Wulansari

21 September 2026, 10:31 WIB

Jakarta – Sebuah langkah korporasi jumbo siap mengguncang PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), produsen susu merek Ultra yang dikenal luas. Menurut informasi yang dihimpun jabarpos.id, perusahaan ini berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang sangat ambisius, dengan target dana mencapai Rp17 triliun.

Dalam aksi korporasi ini, ULTJ akan menerbitkan hingga 7,9 miliar saham baru. Setiap saham akan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp2.150, yang jika terealisasi penuh, akan mengumpulkan dana maksimal Rp17 triliun. Konsekuensi dari penerbitan saham baru ini adalah potensi dilusi maksimum sebesar 43,11% bagi pemegang saham eksisting.

Susu Ultra Siap Ganti Pemilik
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Mayoritas dana yang dihimpun, sekitar Rp14,6 triliun, akan dialokasikan untuk akuisisi 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Akuisisi ini tidak dilakukan secara tunai, melainkan melalui skema penyetoran modal dalam bentuk non-tunai atau inbreng, berupa saham FFI.

Sementara itu, sisa dana sekitar Rp2,4 triliun dari rights issue ini akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perusahaan, mencakup biaya bahan baku langsung, upah, pemeliharaan, perbaikan, hingga kebutuhan listrik. Menariknya, pemegang saham utama ULTJ akan mengalihkan seluruh haknya kepada tiga entitas besar: FrieslandCampina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte Ltd, dan Bahtera Wiraniaga Internusa. Ketiga pihak ini akan melaksanakan total 6,8 miliar hak melalui setoran non-tunai berupa 100% saham Frisian Flag Indonesia senilai Rp14,6 triliun.

Setelah transaksi ini rampung, FrieslandCampina International Holding B.V. diproyeksikan akan menjadi pengendali baru ULTJ. Sebagai konsekuensinya, mereka akan memiliki kewajiban untuk melakukan penawaran tender (tender offer) atas sisa saham yang dimiliki oleh publik.

Rencana ambisius ini masih menunggu restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026. Sebelumnya, ULTJ memang telah mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi FFI senilai Rp14,57 triliun, yang kini diwujudkan melalui skema PMHMETD IV ini.

Related Post