Saham Lesu Investor RI Borong SBN

Author Image

Endang Wulansari

22 September 2026, 08:04 WIB

Jabarpos.id – Kondisi pasar modal yang tengah mengalami tekanan membuat para investor ritel di Indonesia mulai mengubah strategi investasi mereka. Alih-alih bertaruh pada fluktuasi harga saham yang tidak menentu, masyarakat kini justru beralih ke instrumen yang lebih aman dan stabil, yakni Surat Berharga Negara (SBN), khususnya jenis syariah atau Sukuk Ritel (SR).

Fenomena ini terlihat jelas pada hasil penjualan Sukuk Ritel seri SR025 yang mencatatkan angka fantastis. Berdasarkan data terbaru, jumlah investor individu yang memburu instrumen ini menembus angka 93.548 orang. Angka ini menjadi rekor tertinggi dalam sejarah penerbitan seri serupa, dengan total volume pemesanan mencapai Rp 29,77 triliun. Pencapaian ini bahkan disebut sebagai level tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Saham Lesu Investor RI Borong SBN
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengungkapkan bahwa lesunya kinerja pasar saham menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan daya tarik instrumen pendapatan tetap (fixed-income). Menurutnya, saat pasar saham sedang tidak "kinclong", investor cenderung mencari tempat berlindung yang lebih pasti.

"Situasi kinerja instrumen keuangan lain seperti saham yang sedang kurang bergairah turut meningkatkan daya tarik instrumen pendapatan tetap seperti SBN ritel," ujar Suminto kepada jabarpos.id.

Selain faktor kondisi pasar, tingginya likuiditas di masyarakat turut menjadi motor penggerak permintaan yang masif. Suminto menjelaskan bahwa SBN ritel dipandang sebagai instrumen yang sangat kompetitif karena sifatnya yang bebas risiko (risk-free instrument). Keamanan yang dijamin negara, imbal hasil yang menarik, serta adanya fitur syariah memberikan nilai tambah tersendiri bagi segmen pasar tertentu.

Menariknya, keberhasilan penerbitan SR025 ini lebih didorong oleh sisi permintaan (demand-side) daripada sisi penawaran (supply side). Tingginya minat masyarakat bahkan memaksa pemerintah untuk melakukan upsize atau meningkatkan kapasitas penerbitan guna mengakomodasi antusiasme investor yang luar biasa.

Dari total investor yang terlibat, terdapat sekitar 21.582 orang atau setara 23,07 persen merupakan investor baru yang baru pertama kali terjun ke dunia SBN. Hal ini menunjukkan bahwa literasi keuangan masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan yang positif.

Secara rincian, hasil penjualan sebesar Rp 29,77 triliun tersebut terbagi ke dalam dua seri. Seri SR025T3 dengan tenor 3 tahun menyerap dana sebesar Rp 24,93 triliun dengan imbal hasil tetap (fixed rate) sebesar 6,80% per tahun. Sementara itu, seri SR025T5 dengan tenor 5 tahun menyerap Rp 4,83 triliun dengan imbal hasil yang sedikit lebih tinggi, yakni 6,90% per tahun.

Kedua seri ini menggunakan skema kupon tetap yang akan dibayarkan secara rutin setiap bulan kepada investor. Pemerintah menetapkan batas minimum investasi mulai dari Rp 1 juta, sebuah langkah strategis untuk merangkul investor skala kecil hingga menengah guna memperdalam pasar keuangan domestik.

Related Post