Jabarpos.id – Setelah sempat mengalami tekanan hebat dan koreksi tajam pada sesi perdagangan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menjanjikan. Pada perdagangan Rabu pagi (23/09) pukul 10:04 WIB, bursa saham Indonesia berhasil keluar dari zona merah dan bergerak positif ke zona hijau.
Indeks sempat merangkak naik sebesar 0,20 persen dan bertengger di level 6.289. Tren positif ini tidak hanya terjadi di pasar modal, tetapi juga diikuti oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat. Meski penguatannya tergolong tipis, rupiah tercatat naik sekitar 0,25 persen ke level Rp 17.805 per dolar AS. Kondisi ini memberikan angin segar bagi para pelaku pasar yang sebelumnya sempat khawatir akan volatilitas yang tinggi.
Kembalinya kepercayaan pasar ini tidak lepas dari dinamika geopolitik global yang sedang memanas. Salah satu sorotan utama investor adalah pernyataan keras dari Donald Trump terkait ketegangan dengan Iran. Ancaman yang dilontarkan Trump terhadap Iran menciptakan ketidakpastian baru di pasar komoditas dan energi global. Namun, di tengah ketegangan tersebut, pasar tampaknya mulai mencoba melakukan kalkulasi ulang terhadap risiko yang ada, sehingga memicu aksi beli yang mendorong penguatan indeks.
Also Read
Selain faktor geopolitik, perhatian pasar juga tertuju pada kebijakan moneter domestik. Para analis memprediksi bahwa suku bunga acuan atau BI Rate kemungkinan besar akan tetap stabil dalam waktu dekat. Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara pengendalian inflasi dan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Stabilitas suku bunga ini menjadi salah satu katalis penting yang membuat investor merasa lebih aman untuk menempatkan modalnya di pasar aset domestik. Dengan ekspektasi bahwa kebijakan moneter akan tetap konsisten, risiko fluktuasi yang ekstrem dapat diminimalisir, sehingga memberikan ruang bagi IHSG dan rupiah untuk bergerak lebih stabil.
Meskipun demikian, para pelaku pasar tetap diminta untuk waspada terhadap perkembangan situasi internasional. Ketegangan di Timur Tengah dapat sewaktu-waktu mengubah arah sentimen pasar secara mendadak. Oleh karena itu, penguatan yang terjadi saat ini perlu disikapi dengan kehati-hatian, terutama dalam melihat arah pergerakan harga komoditas global yang sangat sensitif terhadap isu konflik politik.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG dan rupiah menunjukkan performa yang membaik, dinamika pasar ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana kebijakan ekonomi global merespons isu geopolitik dan bagaimana Bank Indonesia mengelola kebijakan suku bunganya. Para investor disarankan untuk terus memantau pergerakan indeks secara berkala guna mengantisipasi perubahan tren yang mungkin terjadi di sisa perdagangan hari ini. Melansir ulasan dari Mercy Widjaja dalam program Profit yang disiarkan melalui jabarpos.id, pasar saat ini tengah berada dalam fase observasi terhadap berbagai sentimen global yang saling beradu.






