Rahasia KB Bank Raup Cuan Saat Rupiah Anjlok

Author Image

Endang Wulansari

24 September 2026, 15:31 WIB

Jabarpos.id – Fluktuasi nilai tukar rupiah yang kian tidak menentu belakangan ini ternyata membawa angin segar bagi PT Bank KB Indonesia Tbk. atau yang lebih dikenal sebagai KB Bank. Di tengah pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS, bank yang terafiliasi dengan raksasa finansial asal Korea Selatan ini justru mencatatkan lonjakan signifikan pada transaksi mata uang Won Korea (KRW).

Fenomena ini menjadi menarik mengingat tren simpanan valuta asing (valas) di industri perbankan nasional memang tengah menunjukkan tren peningkatan. KB Bank berhasil memanfaatkan momentum volatilitas pasar ini dengan mengoptimalkan layanan transaksi mata uang lokal yang mereka miliki.

Rahasia KB Bank Raup Cuan Saat Rupiah Anjlok
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Direktur Wholesale Banking KB Bank, Widodo Suryadi, mengungkapkan bahwa keunggulan kompetitif bank mereka terletak pada izin khusus yang dimiliki. Saat ini, KB Bank merupakan satu-satunya bank milik Korea Selatan yang memegang izin untuk menjalankan skema Local Currency Transaction (LCT) untuk pasangan mata uang Rupiah-Won.

Fasilitas LCT ini menjadi solusi krusial bagi para pelaku bisnis. Dengan sistem ini, nasabah dapat melakukan transaksi langsung menggunakan mata uang lokal tanpa harus melewati proses konversi perantara ke dolar AS terlebih dahulu. Hal ini secara otomatis memangkas biaya operasional yang selama ini menjadi beban para pengusaha.

"Melalui LCT, nasabah bisa menghemat biaya spread atau selisih kurs secara signifikan. Jika sebelumnya transaksi harus melalui jalur Rupiah ke USD lalu ke Won, kini bisa langsung. Penghematannya bisa mencapai 20 persen dari biaya konversi yang biasa dikeluarkan nasabah," jelas Widodo dalam sebuah acara di Jakarta Selatan.

Meski tidak membeberkan angka pasti mengenai total volume transaksi Won, Widodo mengakui bahwa pertumbuhan transaksi KRW di KB Bank terus merangkak naik setiap bulannya. Secara tahunan, pertumbuhan tersebut telah mencapai angka high single digit. Ia pun optimis bahwa ke depannya, pertumbuhan transaksi ini mampu menembus angka dua digit (double digit).

Optimisme ini didasari oleh fakta bahwa masih banyak perusahaan asal Korea Selatan di Indonesia yang belum menyadari keberadaan layanan LCT Rupiah-Won ini. KB Bank melihat adanya potensi pasar yang sangat luas untuk terus dikembangkan.

Senada dengan hal tersebut, Novita S. Djani selaku Transaction Banking Division Head KB Bank, menyebutkan bahwa LCT kini telah bertransformasi menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama bagi bank. Layanan ini memungkinkan KB Bank untuk memberikan solusi finansial yang lebih tangguh bagi nasabah segmen wholesale di tengah ketidakpastian nilai tukar.

Layanan wholesale banking di KB Bank sendiri mencakup tiga pilar utama, yakni Corporate Banking, Commercial Banking, dan Enterprise Banking. Ketiga pilar ini didukung penuh oleh divisi Transaction Banking untuk melayani institusi skala besar dan pelaku bisnis di tanah air.

Dampak positif dari aktivitas valuta asing ini terlihat jelas dalam laporan keuangan perusahaan. Per 30 Juni 2026, keuntungan dari penjabaran transaksi valas tercatat sebesar Rp64,19 miliar. Angka ini menunjukkan pembalikan arah yang sangat drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan kerugian sebesar Rp25,94 miliar, atau melonjak hingga 347,41 persen secara tahunan.

Kondisi ini terjadi di saat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS tercatat melemah sekitar 6,98 persen secara Year-to-Date (YTD) hingga September 2026. Strategi cerdas KB Bank dalam mengelola transaksi mata uang asing terbukti mampu mengubah tantangan ekonomi menjadi peluang keuntungan yang menjanjikan.

Related Post