Broker Bisa Jual Saham Asing

Author Image

Endang Wulansari

27 September 2026, 15:04 WIB

Jabarpos.id – Dinamika pasar keuangan Indonesia terus mengalami transformasi signifikan menjelang tahun 2026. Salah satu sorotan utama yang menjadi perhatian serius para pelaku pasar adalah rencana rebalancing indeks saham global oleh lembaga penyedia indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang. Fenomena ini diprediksi akan membawa dampak besar terhadap arus modal asing yang masuk ke pasar modal tanah air.

Presiden Direktur Maybank Sekuritas, Ray Aditya Laksana, mengungkapkan bahwa masa depan posisi Indonesia dalam indeks MSCI sangat bergantung pada kualitas reformasi yang dilakukan oleh otoritas bursa. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk tetap bertahan di kategori Emerging Markets. Namun, syarat utamanya adalah adanya kemajuan nyata dalam reformasi pasar yang dapat diverifikasi secara transparan.

Broker Bisa Jual Saham Asing
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Ada potensi kecil jika Indonesia turun kelas ke kategori frontier markets, namun pelaku pasar sangat berharap MSCI memberikan pengakuan terhadap upaya perbaikan transparansi dan investability yang selama ini telah diupayakan oleh regulator," ujar Ray dalam sebuah diskusi ekonomi baru-baru ini.

Di sisi lain, daya tarik pasar keuangan Indonesia tetap menunjukkan tren positif seiring dengan rencana masuknya sejumlah emiten baru melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) serta penerbitan surat utang (bonds). Meski demikian, Ray memberikan catatan penting bagi perusahaan yang berencana melantai di bursa. Ia menekankan bahwa calon emiten tidak bisa sekadar masuk ke pasar tanpa persiapan matang.

Kualitas bisnis, kesehatan laporan keuangan, kesiapan tata kelola perusahaan (good corporate governance), hingga tujuan penggunaan dana IPO menjadi faktor krusial yang akan dinilai oleh investor. Selain itu, level valuasi yang masuk akal serta kemampuan perusahaan dalam menghadapi sentimen eksternal akan sangat menentukan keberhasilan aksi korporasi tersebut di tengah ketidakpastian global.

Melihat kondisi pasar yang masih fluktuatif, proyeksi IPO pada tahun 2026 diperkirakan akan cenderung terbatas, baik di pasar domestik maupun pasar global. Ketidakpastian ekonomi dunia membuat investor cenderung lebih selektif dalam menempatkan modalnya. Menghadapi tantangan ini, perusahaan sekuritas seperti Maybank Sekuritas terus bergerak aktif mencari peluang melalui berbagai aksi korporasi, baik itu rencana IPO maupun penerbitan surat utang dari perusahaan-perusahaan potensial.

Selain fokus pada pasar domestik, industri sekuritas juga tengah bersiap menyambut angin segar dari rencana Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI berencana menerapkan mekanisme Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN). Inovasi ini akan memungkinkan broker atau pialang untuk menawarkan akses transaksi efek di bursa Indonesia kepada klien mereka di luar negeri.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memperluas cakupan bisnis perusahaan sekuritas dan meningkatkan likuiditas pasar modal Indonesia melalui keterlibatan investor global yang lebih luas. Dengan adanya peluang bisnis baru ini, industri sekuritas diharapkan mampu tetap tumbuh tangguh meskipun harus menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis di tahun 2026.

Related Post