Investor Asing Lepas Saham CPIN

Author Image

Endang Wulansari

28 September 2026, 10:04 WIB

Jabarpos.id – Dunia pasar modal tanah air kembali dikejutkan dengan aksi jual yang dilakukan oleh salah satu investor asing besar terhadap emiten sektor konsumsi, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), investor dengan nama UBS AG LDN Branch A/C Client terpantau melakukan pelepasan kepemilikan saham dalam jumlah yang cukup signifikan.

Dalam transaksi yang tercatat pada 21 September 2026 tersebut, investor asing ini menjual sebanyak 4,05 juta lembar saham CPIN. Harga eksekusi yang digunakan dalam transaksi ini berada di level Rp3.132 per lembar saham. Jika diakumulasikan, nilai transaksi yang mengalir keluar dari emiten produsen pakan ternak dan ayam pedaging ini mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp13 miliar.

Investor Asing Lepas Saham CPIN
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Aksi jual ini secara langsung berdampak pada struktur kepemilikan saham perusahaan. Pasca transaksi tersebut, porsi kepemilikan UBS AG LDN Branch A/C Client di dalam tubuh CPIN kini menyusut menjadi 6 persen. Meskipun angka ini terlihat kecil secara persentase terhadap total saham beredar, namun pergerakan investor institusi global selalu menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar di Indonesia.

Menariknya, aksi jual ini terjadi di tengah kondisi fundamental perusahaan yang sebenarnya sedang menunjukkan performa yang sangat luar biasa. Jika menilik laporan keuangan pada semester I-2026, CPIN mencatatkan pertumbuhan laba yang sangat agresif. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp3,71 triliun, sebuah angka yang melonjak tajam hingga 95,1 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang hanya sebesar Rp1,90 triliun.

Lonjakan laba ini juga didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang solid. Pendapatan perusahaan tercatat naik sebesar 19,21 persen (YoY) menjadi Rp39,41 triliun, meningkat dari capaian Rp33,06 triliun pada periode sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan yang sehat ini secara otomatis mendongkrak Laba Per Saham (EPS) menjadi Rp226 per saham, hampir dua kali lipat dari angka Rp116 per saham pada semester I-2025.

Kondisi kesehatan keuangan CPIN juga terlihat semakin kokoh. Hingga akhir Juni 2026, total aset perseroan telah menyentuh angka Rp52,38 triliun, naik dibandingkan posisi akhir tahun 2025. Selain itu, likuiditas perusahaan juga mengalami penguatan yang signifikan, di mana posisi kas dan setara kas mencapai Rp5,06 triliun, naik cukup jauh dari posisi Rp3 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Para analis pasar modal kini tengah memantau apakah aksi jual oleh investor asing ini merupakan bentuk aksi ambil untung (profit taking) ataukah ada sentimen lain yang mendasari keputusan tersebut, mengingat kinerja fundamental perusahaan sedang berada di jalur yang sangat positif. Melansir laporan dari jabarpos.id, dinamika ini menjadi sinyal penting bagi investor ritel dalam menentukan strategi investasi mereka pada saham sektor konsumsi ke depannya.

Related Post