Mandiri Gas Pol Salurkan KUR Triliunan Rupiah

Author Image

Endang Wulansari

29 September 2026, 15:31 WIB

Jabarpos.id – Upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan tren positif. Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan pencapaian signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditujukan untuk mendorong produktivitas pelaku usaha di seluruh penjuru tanah air.

Hingga periode 31 Agustus 2026, bank berlogo pita emas ini telah menyalurkan dana KUR sebesar Rp29,53 triliun. Angka fantastis tersebut menunjukkan bahwa Bank Mandiri telah berhasil merealisasikan sekitar 72,03% dari total target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp41 triliun. Langkah masif ini telah menyentuh sebanyak 223.284 debitur UMKM, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan skala bisnis mereka.

Mandiri Gas Pol Salurkan KUR Triliunan Rupiah
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Menariknya, Bank Mandiri tidak hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi juga sangat selektif dalam mengarahkan modal tersebut ke sektor-sektor yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Berdasarkan data hingga delapan bulan pertama tahun 2026, mayoritas penyaluran atau sebesar 64,48% (setara Rp19,04 triliun) dialokasikan khusus untuk sektor produksi. Sementara itu, sisanya sebesar 35,52% atau Rp10,48 triliun mengalir ke sektor non-produksi.

Jika dibedah lebih dalam, sektor pertanian menjadi primadona penerima bantuan modal dengan angka mencapai Rp9,84 triliun atau menyumbang 33,32% dari total penyaluran. Di posisi berikutnya, sektor jasa produksi menyerap Rp6,47 triliun (21,92%), disusul oleh industri pengolahan sebesar Rp2,28 triliun (7,75%). Selain itu, dukungan juga diberikan kepada sektor perikanan senilai Rp424 miliar serta sektor pertambangan sebesar Rp14,62 miliar.

Senior Vice President Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, menjelaskan bahwa fokus pada sektor produksi merupakan strategi terukur untuk mendukung program strategis nasional. Menurutnya, sektor produksi memiliki peran krusial dalam menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah ekonomi.

"Ketika UMKM di sektor produksi tumbuh, maka peluang pemerataan kesempatan kerja dan peningkatan ketahanan pangan nasional juga akan semakin kuat. Kami ingin manfaat KUR ini dirasakan secara luas oleh masyarakat melalui penguatan sektor-sektor produktif," ujar Bayu dalam keterangan resminya.

Meski penyaluran dilakukan secara masif, Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal ini terbukti dari kualitas kredit yang tetap terjaga dengan angka non-performing loan (NPL) yang berada di bawah level 1%. Keberhasilan ini juga mempertegas komitmen bank dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Secara historis, sejak memulai program KUR pada 2008 hingga Agustus 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan total dana sebesar Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur. Dalam rangka memperingati HUT ke-28, Bank Mandiri mengusung semangat "Tumbuh Bersama Majukan Indonesia", yang bermakna bahwa pertumbuhan perusahaan harus sejalan dengan kesejahteraan nasabah dan pelaku UMKM di berbagai daerah.

Ke depannya, Bank Mandiri berencana untuk terus mempererat sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga terkait. Langkah ini diambil guna memastikan akses pembiayaan produktif semakin luas, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Related Post