IHSG Terpuruk Asing Jual Saham Masif

Author Image

Endang Wulansari

30 September 2026, 08:31 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan hebat dalam sesi perdagangan terbaru. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah setelah sempat mengalami guncangan hebat dengan koreksi yang sempat menyentuh angka lebih dari 2 persen. Meski sempat menunjukkan upaya pemulihan di akhir sesi, indeks tetap tidak mampu membendung tekanan jual yang masif.

Pada penutupan perdagangan Selasa (29/9/2026), IHSG tercatat merosot 26,16 poin atau melemah sebesar 0,43 persen ke level 6.121,70. Kondisi ini mencerminkan sentimen negatif yang masih menyelimuti pasar domestik, di mana para pelaku pasar cenderung bersikap defensif. Aktivitas perdagangan pun tergolong cukup sepi jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, dengan nilai transaksi yang hanya menyentuh angka Rp13,24 triliun.

IHSG Terpuruk Asing Jual Saham Masif
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Secara statistik, volume perdagangan mencapai 38,24 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,80 juta kali. Dinamika pergerakan harga saham menunjukkan dominasi pelemahan, di mana terdapat 373 saham yang mengalami penurunan harga. Di sisi lain, sebanyak 303 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 118 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang berarti.

Salah satu faktor utama yang menjadi beban berat bagi pergerakan indeks adalah aksi jual besar-besaran oleh investor asing. Berdasarkan data pasar, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net foreign sell yang sangat signifikan, mencapai angka Rp777,18 miliar secara keseluruhan. Tekanan jual ini terbagi ke dalam dua mekanisme pasar, yakni sebesar Rp536,70 miliar di pasar reguler dan Rp240,49 miliar di pasar negosiasi serta pasar tunai.

Fenomena outflow modal asing ini menjadi sinyal waspada bagi para investor ritel. Penjualan jumbo ini tidak tersebar merata, melainkan terkonsentrasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama indeks. Ketika saham-saham "blue chip" ini dilepas oleh investor global, maka secara otomatis daya dorong IHSG akan melemah.

Mengacu pada data yang dihimpun dari Stockbit, terdapat daftar 10 saham yang menjadi target utama aksi jual bersih oleh investor asing dalam perdagangan tersebut. Saham-saham ini merupakan kelompok yang paling banyak mengalami tekanan jual dan menjadi kontributor utama terhadap penurunan indeks. Meskipun daftar lengkap saham tersebut terus dipantau oleh para analis, tren pelemahan ini menunjukkan adanya pergeseran portofolio oleh pemodal asing yang kemungkinan besar dipicu oleh kondisi makroekonomi global atau ketidakpastian pasar domestik.

Para pelaku pasar kini tengah menanti arah kebijakan ekonomi selanjutnya untuk melihat apakah tekanan jual ini akan berlanjut atau justru menjadi momentum bagi investor lokal untuk melakukan aksi beli di harga bawah. Bagi investor, kewaspadaan terhadap pergerakan arus kas asing menjadi kunci utama dalam mengelola risiko di tengah fluktuasi pasar yang tidak menentu seperti saat ini.

Related Post