Target Lima Bank Syariah Raksasa 2027

Author Image

Endang Wulansari

2 Oktober 2026, 21:31 WIB

Jabarpos.id – Peta kekuatan perbankan syariah di Indonesia diprediksi akan mengalami transformasi besar dalam waktu dekat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan Indonesia akan memiliki lima bank syariah dengan skala aset raksasa pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini diambil untuk memperkuat struktur ekonomi syariah nasional agar tidak hanya bergantung pada satu pemain besar saja.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan ambisi besar tersebut dalam sebuah kesempatan di Bali. Ia menjelaskan bahwa OJK tengah mengupayakan agar lebih banyak institusi perbankan syariah yang memiliki kapasitas usaha setara atau mendekati PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Saat ini, BSI masih memegang kendali sebagai pemimpin pasar di sektor syariah tanah air.

Target Lima Bank Syariah Raksasa 2027
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

"Saya ingin melihat ada setidaknya lima bank yang skalanya mendekati BSI. Proses ini sedang berjalan dan kami optimis target tersebut bisa terealisasi, paling lambat pada tahun 2026 atau 2027," ujar Dian usai peluncuran Roadmap Pengembangan & Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I), Jumat (2/10/2026).

Menurut Dian, strategi untuk menciptakan raksasa-raksasa baru ini dapat ditempuh melalui berbagai jalur strategis. Salah satu opsi yang paling memungkinkan adalah melalui skema konversi penuh, di mana bank konvensional mengubah seluruh model bisnisnya menjadi syariah. Selain itu, skema spin-off atau pemisahan unit usaha syariah dari induk bank konvensional juga menjadi salah satu pintu masuk utama.

Namun, OJK memberikan catatan penting terkait proses pemisahan atau spin-off tersebut. OJK tidak ingin sekadar melihat banyaknya jumlah bank syariah baru, melainkan kualitas dan kekuatan modalnya. Jika sebuah bank syariah hasil spin-off memiliki skala usaha yang terlalu kecil dan tidak kompetitif, maka OJK akan mendorong langkah konsolidasi.

"Jika hasil spin-off tersebut ternyata skalanya kecil, kami pasti akan mewajibkan mereka untuk melakukan merger dengan bank lain. Tujuannya agar mereka memiliki daya saing yang kuat di pasar," tegas Dian.

Langkah konsolidasi ini dinilai krusial agar perbankan syariah Indonesia mampu bersaing di level global. Dengan aset yang besar, bank syariah akan memiliki kemampuan lebih dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai gambaran kekuatan pasar saat ini, BSI telah membuktikan dominasinya. Hingga akhir tahun 2025, aset BSI tercatat mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan sebesar 11,64% secara tahunan (year on year), mencapai angka Rp456 triliun. Keberhasilan BSI inilah yang menjadi tolok ukur bagi OJK dalam merancang peta jalan perbankan syariah masa depan, di mana Indonesia diharapkan memiliki ekosistem keuangan syariah yang lebih tangguh, merata, dan berdaya saing tinggi.

Related Post