Rahasia Habibie Taklukkan Dolar AS

Author Image

Endang Wulansari

4 Oktober 2026, 18:31 WIB

Jabarpos.id – Sejarah mencatat salah satu pencapaian paling fenomenal dalam perjalanan ekonomi Indonesia terjadi di masa kepemimpinan Presiden B.J. Habibie. Di tengah badai krisis moneter yang menghantam hebat pada tahun 1998, nilai tukar rupiah sempat terjun bebas hingga menyentuh angka Rp16.800 per dolar AS. Namun, di bawah kendali sang teknokrat, kondisi ekonomi yang carut-marut tersebut berhasil dipulihkan hingga dolar AS mampu menyentuh level Rp6.550.

Langkah Habibie saat itu bukanlah perkara mudah. Menggantikan posisi Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun, Habibie tidak langsung disambut dengan optimisme tinggi oleh pasar global. Banyak pihak meragukan kemampuannya karena ia lebih dikenal sebagai ahli teknologi pesawat terbang ketimbang seorang pakar ekonomi. Bahkan, tokoh dunia seperti Lee Kuan Yew, mantan Perdana Menteri Singapura, sempat meragukan kepemimpinan Habibie dan memprediksi rupiah akan semakin terpuruk.

Rahasia Habibie Taklukkan Dolar AS
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Namun, keraguan tersebut dibungkam oleh fakta lapangan. Dalam waktu yang relatif singkat, Habibie berhasil melakukan manuver ekonomi yang sangat efektif. Setidaknya ada tiga strategi kunci yang menjadi senjata utama dalam menstabilkan nilai tukar rupiah kala itu.

Pertama adalah langkah berani dalam melakukan restrukturisasi sektor perbankan. Pada era Orde Baru, pendirian bank sangatlah mudah, namun tidak dibarengi dengan manajemen risiko yang mumpuni. Hal ini memicu fenomena penarikan dana besar-besaran oleh nasabah yang meruntuhkan stabilitas perbankan nasional. Habibie kemudian mengambil langkah tegas dengan melakukan penggabungan empat bank pemerintah menjadi satu entitas kuat, yakni Bank Mandiri. Selain itu, melalui UU Nomor 23 Tahun 1999, ia memberikan independensi penuh kepada Bank Indonesia agar terbebas dari intervensi politik pemerintah, sehingga kebijakan moneter dapat diambil secara objektif.

Kedua, Habibie menerapkan kebijakan moneter yang sangat ketat. Salah satu instrumen yang digunakan adalah penerbitan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan suku bunga yang tinggi. Strategi ini bertujuan untuk menarik kembali kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Dengan bunga yang menarik, masyarakat kembali terdorong untuk menabung, yang secara otomatis menekan jumlah peredaran uang di masyarakat. Hasilnya, suku bunga yang sempat melonjak hingga 60 persen berhasil ditekan hingga ke angka belasan persen.

Ketiga, pengendalian harga kebutuhan pokok menjadi prioritas utama untuk menjaga daya beli masyarakat. Habibie memastikan harga listrik dan BBM bersubsidi tetap stabil agar harga bahan pangan tidak melonjak tajam. Meski demikian, dalam upaya mengajak rakyat untuk hidup hemat di masa sulit, Habibie sempat menuai kontroversi karena menyarankan masyarakat untuk menjalankan ibadah puasa Senin-Kamis sebagai bentuk pengendalian konsumsi.

Melalui kombinasi kebijakan teknokratis yang presisi dan keberanian mengambil keputusan sulit, B.J. Habibie membuktikan bahwa ia bukan sekadar ahli mesin, melainkan pemimpin yang mampu menyelamatkan ekonomi bangsa dari jurang kehancuran.

Related Post