IHSG Terjun Bebas ke Level 5900

Author Image

Endang Wulansari

5 Oktober 2026, 02:04 WIB

Jabarpos.id – Pasar modal Indonesia tengah diguncang volatilitas tinggi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Indeks yang menjadi barometer ekonomi nasional ini merosot lebih dari 1,02 persen pada sesi kedua perdagangan siang ini, menyentuh level terendah dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 15.00 WIB, IHSG tercatat terkoreksi sebanyak 98 poin ke posisi 5.973,16 atau merosot 1,61 persen. Penurunan ini sangat signifikan karena untuk pertama kalinya sejak 10 Juli 2026, indeks kembali mendekati zona psikologis 5.900. Kondisi ini mencerminkan adanya ketidakpastian di tengah dinamika politik domestik yang sedang memanas.

IHSG Terjun Bebas ke Level 5900
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Pemicu utama dari aksi jual masif ini diduga kuat berkaitan dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan perombakan atau reshuffle pada Kabinet Merah Putih. Perubahan struktur kepemimpinan di sejumlah kementerian strategis memicu reaksi pasar yang cenderung defensif. Di tengah ketidakpastian arah kebijakan baru, para investor memilih untuk melakukan aksi ambil untung atau keluar dari pasar terlebih dahulu.

Secara teknis, IHSG bergerak fluktuatif dalam rentang terendah 5.973 hingga level tertinggi di 6.095. Volume perdagangan tercatat mencapai 269,81 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp8,01 triliun melalui 1,31 juta kali transaksi. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 533 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 156 saham yang mampu bertahan di zona hijau, dan 102 saham lainnya bergerak stagnan.

Sektor barang baku menjadi penyumbang kerugian terbesar dengan penurunan mencapai 2,72 persen. Disusul oleh sektor konsumer non-primer yang anjlok 2,55 persen, serta sektor utilitas yang melemah 2,31 persen. Beberapa saham "raksasa" yang menjadi pemberat indeks antara lain BBRI, AMMN, GOTO, BRMS, dan DCII.

Sentimen reshuffle kabinet ini memang menjadi sorotan utama. Presiden Prabowo melantik sejumlah menteri dan wakil menteri baru, termasuk penunjukan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman. Selain itu, pergeseran peran Bahlil Lahadalia menjadi Menko Bidang Hilirisasi dan Energi juga turut memengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap arah kebijakan energi nasional ke depan.

Di sisi lain, arus modal asing juga menunjukkan tren keluar. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp204,30 miliar pada penutupan sesi pertama. Saham GOTO menjadi salah satu yang paling banyak dilepas asing dengan nilai Rp62,77 miliar, diikuti oleh CUAN, AMMN, BBRI, dan MDKA.

Selain faktor domestik, pasar global juga memberikan tekanan melalui ketidakpastian konflik geopolitik yang masih berlangsung. Meskipun terdapat data positif dari manufaktur China dan inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi, investor tetap bersikap waspada terhadap pergerakan ekonomi global yang belum stabil.

Related Post