Perubahan Besar di Panin Sekuritas

Author Image

Endang Wulansari

8 Oktober 2026, 08:31 WIB

Jabarpos.id – PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) tengah menghadapi babak baru dalam struktur kepemimpinannya. Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan sekuritas terkemuka ini secara resmi mengumumkan pengunduran diri Mu’min Ali Gunawan dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris. Langkah ini menandai berakhirnya masa tugas salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah perbankan dan pasar modal di Indonesia.

Proses pengunduran diri ini memakan waktu yang cukup panjang secara administratif. Berdasarkan catatan perusahaan, pemberitahuan mengenai pengunduran diri Mu’min Ali Gunawan sebenarnya telah disampaikan sejak 30 Juni 2026. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru menerbitkan surat resmi terkait pengunduran diri tersebut pada 30 September 2026, yang kemudian diterima oleh pihak manajemen pada 7 Oktober 2026.

Perubahan Besar di Panin Sekuritas
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Hingga saat ini, pihak manajemen Panin Sekuritas belum mengungkapkan alasan spesifik di balik keputusan pengunduran diri sang bankir senior tersebut. Dalam pernyataan resminya, manajemen hanya menekankan bahwa tidak ada kendala atau hal-hal yang dapat menghambat proses pengunduran diri Mu’min Ali Gunawan dari posisinya sebagai Presiden Komisaris.

Menyusul keputusan tersebut, PT Panin Sekuritas Tbk segera bersiap untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Agenda utama dalam pertemuan pemegang saham tersebut adalah membahas perubahan susunan Dewan Komisaris guna mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan. Sesuai dengan regulasi yang berlaku, perusahaan diwajibkan untuk menyelenggarakan RUPS tersebut paling lambat 90 hari setelah menerima surat resmi dari OJK.

Sosok Mu’min Ali Gunawan sendiri merupakan legenda di dunia perbankan Indonesia. Lahir di Jember pada 12 Maret 1939 dengan nama Lie Mo Ming, perjalanan kariernya dimulai saat ia merintis bisnis perbankan sekitar tahun 1966. Keputusannya pindah ke Jakarta untuk mengikuti iparnya, Mochtar Riady—pendiri Grup Lippo—menjadi titik balik penting dalam sejarah ekonomi nasional.

Bersama Mochtar Riady, ia mulai membangun imperium bisnis dengan membeli sebagian saham Bank Industri dan Dagang Indonesia (BIDI) yang kala itu sedang mengalami masalah likuiditas. Setelah kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 23%, ia dipercaya menjabat sebagai direktur bank tersebut.

Sejarah mencatat, pada tahun 1967, Mu’min membeli Bank Kemakmuran di Jakarta dan mendirikan Bank Industri Djaya Indonesia di Surabaya. Pada 17 Agustus 1971, ketiga bank tersebut resmi digabungkan menjadi Pan Indonesia Bank (PaninBank). Di bawah kepemimpinannya, PaninBank tumbuh sangat pesat melalui serangkaian merger dengan bank-bank kecil lainnya sesuai anjuran Gubernur Bank Indonesia saat itu, Radius Prawiro. Keberhasilan ini membawa PaninBank menjadi bank pertama di Indonesia yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) untuk memasyarakatkan saham pada tahun 1982.

Related Post