Saham PBSA Bakal Murah dan Makin Likuid

Author Image

Endang Wulansari

9 Oktober 2026, 08:31 WIB

Jabarpos.id – Kabar gembira datang bagi para investor yang melirik sektor jasa konstruksi. PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) secara resmi mengumumkan rencana besar untuk melakukan aksi korporasi berupa pemecahan saham atau stock split. Langkah strategis ini diambil guna mengubah struktur harga saham perusahaan agar lebih ramah di kantong para investor ritel.

Keputusan krusial ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 18 September 2026 lalu. Melalui mekanisme pemecahan saham ini, perusahaan akan menerapkan rasio 1:2. Artinya, setiap satu lembar saham lama yang dimiliki investor akan berubah menjadi dua lembar saham baru.

Saham PBSA Bakal Murah dan Makin Likuid
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Dampaknya, nilai nominal per lembar saham PBSA yang sebelumnya berada di angka Rp50 akan turun menjadi Rp25 saja. Perubahan ini secara otomatis akan meningkatkan jumlah saham yang ditempatkan dan disetor, yakni dari semula 3 miliar lembar melonjak menjadi 6 miliar lembar.

Manajemen PBSA menjelaskan bahwa langkah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), stock split ini merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham. Dengan harga yang lebih rendah, diharapkan minat masyarakat untuk bertransaksi saham PBSA semakin tinggi, yang pada akhirnya akan mendongkrak likuiditas perdagangan saham perseroan di bursa.

Meski jumlah lembar saham bertambah banyak, perlu dicatat bahwa aksi ini tidak mengubah struktur modal perusahaan secara keseluruhan. Modal dasar PBSA tetap berada di angka Rp480 miliar. Begitu pula dengan modal ditempatkan dan disetor yang tetap stabil di angka Rp150 miliar, atau setara dengan 31,25% dari total modal dasar.

Secara teknis, jumlah saham dalam portepel juga mengalami penyesuaian, yakni meningkat dari 6,6 miliar lembar menjadi 13,2 miliar lembar dengan total nilai nominal tetap Rp330 miliar. Jadi, investor tidak perlu khawatir akan adanya perubahan nilai fundamental perusahaan, karena ini murni hanya penyesuaian jumlah dan nilai nominal per lembar saham.

Bagi para pemegang saham yang ingin mempersiapkan diri, jadwal pelaksanaan telah ditetapkan dengan sangat jelas. Perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler maupun pasar negosiasi akan ditutup pada 13 Oktober 2026. Keesokan harinya, tepat pada 14 Oktober 2026, perdagangan dengan nilai nominal baru akan resmi dimulai.

Proses penyelesaian saham lama dijadwalkan berakhir pada 15 Oktober 2026, yang juga menjadi tanggal penentuan (recording date) bagi pemegang rekening yang berhak atas hasil pemecahan tersebut. Sementara itu, perdagangan di pasar tunai dengan harga baru akan mulai berjalan pada 16 Oktober 2026.

Bagi investor yang menyimpan sahamnya melalui penitipan kolektif di KSEI, proses ini akan berjalan otomatis. Distribusi saham hasil pemecahan akan langsung masuk ke subrekening efek masing-masing investor pada 16 Oktober 2026 berdasarkan saldo saham per tanggal 15 Oktober 2026. Melansir laporan dari jabarpos.id, aksi ini diharapkan menjadi angin segar bagi dinamika perdagangan saham konstruksi di tanah air.

Related Post