Investasi Asing Mengalir Deras ke Indonesia

Author Image

Endang Wulansari

9 Oktober 2026, 10:31 WIB

Jabarpos.id – Kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan sinyal positif yang sangat kuat di tengah dinamika pasar keuangan global. Aliran modal asing atau capital inflow ke dalam aset keuangan domestik tercatat terus mengalir deras, memberikan angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional. Hingga memasuki awal Oktober 2026, akumulasi modal yang masuk ke Indonesia telah menyentuh angka fantastis, yakni sebesar Rp131,1 triliun.

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan bahwa tren positif ini didorong oleh tingginya kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan dalam negeri. Dalam paparan terbaru mengenai APBN KiTa, terungkap bahwa Surat Berharga Negara (SBN) dan Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi dua motor utama yang menarik minat para pemodal asing untuk menanamkan uang mereka di Indonesia.

Investasi Asing Mengalir Deras ke Indonesia
Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

Berdasarkan data yang dihimpun, performa arus modal pada triwulan keempat tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat menjanjikan. Hingga tanggal 7 Oktober 2026, tercatat aliran masuk sebesar Rp22,01 triliun. Melihat momentum yang kuat ini, pemerintah optimistis bahwa arus modal masuk akan terus bertahan dan bahkan meningkat saat memasuki penghujung tahun.

Salah satu instrumen yang paling menonjol adalah Surat Berharga Negara (SBN). Instrumen utang negara ini dinilai semakin atraktif dan kompetitif di mata investor internasional. Sepanjang tahun 2026, SBN telah berhasil menyerap aliran modal sebesar Rp36,7 triliun. Jika dirinci lebih dalam, pada periode triwulan keempat hingga 6 Oktober 2026 saja, SBN sudah mencatatkan inflow sebesar Rp7,9 triliun. Hal ini membuktikan bahwa SBN tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari keamanan sekaligus imbal hasil yang menarik.

Selain SBN, instrumen Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga mencatatkan angka yang luar biasa. SRBI menjadi primadona baru dengan total aliran masuk mencapai Rp178,6 triliun sepanjang tahun ini. Pada periode triwulan keempat hingga 1 Oktober, instrumen ini menyumbang arus masuk sebesar Rp17,20 triliun. Dominasi SRBI menunjukkan bahwa likuiditas rupiah di pasar sangat diminati oleh investor global.

Namun, di tengah euforia arus masuk pada instrumen pendapatan tetap, pasar saham Indonesia masih menghadapi tantangan tersendiri. Sepanjang tahun 2026, pasar saham tercatat mengalami arus keluar (outflow) sebesar Rp84,2 triliun. Meskipun demikian, tekanan pada pasar modal mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada kuartal keempat hingga 7 Oktober, angka outflow di pasar saham hanya sebesar Rp3,13 triliun, yang mengindikasikan adanya stabilisasi di sektor ekuitas.

Menanggapi fenomena ini, Suahasil menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bukti nyata bahwa daya tarik aset berbasis rupiah masih sangat kuat. Kepercayaan investor terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik, meskipun kondisi ekonomi dunia sedang mengalami ketidakpastian. Hal ini menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di masa mendatang.

Related Post